Hadapi Tekanan Global, Indonesia Siapkan Negosiator Sawit Gandeng UNDP

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dua narasumber memberikan keterangan kepada awak media terkait penguatan diplomasi industri kelapa sawit dan penyusunan modul pelatihan negosiator.

 

Yogyakarta, opinijogja – Pemerintah Indonesia memperkuat strategi diplomasi industri kelapa sawit di tingkat global melalui penyusunan modul pelatihan bagi negosiator dan diplomat, Selasa (07/04/2026).

Program ini merupakan kolaborasi antara UNDP dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna membekali pemahaman komprehensif tentang transformasi sawit berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan sebagai respons atas meningkatnya tantangan dan tekanan global terhadap industri sawit Indonesia, terutama terkait isu lingkungan dan regulasi internasional. Dalam diskusi yang turut melibatkan Pusat Studi Perdagangan Dunia, fokus diarahkan pada konsolidasi sumber daya pengetahuan yang selama ini tersebar di berbagai lembaga.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas diplomat Indonesia dalam menyampaikan narasi yang utuh dan objektif mengenai transformasi industri sawit, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

“Penting bagi para negosiator untuk memahami kebijakan pemerintah dan transformasi rantai pasok yang sejalan dengan visi industri sawit berkelanjutan di tingkat global,” ujar  Maharani Hapsari akademisi dari UGM .

Selain itu, pemerintah juga menegaskan posisinya dalam menghadapi berbagai regulasi internasional, termasuk dari Uni Eropa. Indonesia tetap membuka ruang terhadap persyaratan pasar global selama tidak bertentangan dengan hukum domestik.

Baca Juga:  Penyedia Jasa Layangkan Sanggahan atas Lelang Gedung Perkantoran Kalurahan Banyuraden

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris utama Badan Informasi Geospasial, Belinda menekankan pentingnya meluruskan persepsi global yang kerap mengaitkan sawit dengan deforestasi.

“Sawit tidak selalu berasal dari deforestasi. Banyak yang dikembangkan di lahan yang memang diperuntukkan atau lahan tidak produktif. Indonesia juga memiliki sistem monitoring untuk memastikan hal tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan, Miftah, mengungkapkan bahwa ekspor sawit Indonesia mencapai sekitar 32 juta ton dengan pasar yang tersebar luas. Kawasan Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh menyerap sekitar 30 persen, diikuti Tiongkok 12 persen, serta Uni Eropa 10 persen. Adapun Afrika menjadi kawasan dengan pertumbuhan pasar tercepat.

Menurut Miftah, kondisi geopolitik di Timur Tengah saat ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap industri sawit nasional karena kuatnya diversifikasi pasar ekspor Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan sawit sebagai energi terbarukan. Implementasi program Biodiesel 50 (B50) ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini sebagai bagian dari strategi optimalisasi pasokan domestik sekaligus penguatan ketahanan energi nasional.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa
BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja
Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September
Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung
HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara
BPHTB Kini Diverifikasi Maksimal 3 Hari, ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pangkas Waktu Layanan Pertanahan, Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026
BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:38 WIB

BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:07 WIB

HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page