Warga Keluhkan Dampak Proyek Tol, Jalan Kalasan–Cangkringan Rusak

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penampakan ruas jalan Cangkringan – Kalasan yang rusak parah dampak dari proyek Tol.

 

SLEMAN, opinijogja – Warga mengeluhkan kerusakan Jalan Kalasan–Cangkringan yang dipenuhi lubang dan retakan. Selain itu, masyarakat juga menyoroti dampak debu dan kebisingan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA.

Seorang warga yang tinggal di sekitar jalur kendaraan proyek mengaku kondisi lingkungan berubah sejak proyek berjalan. “Sejak ada proyek tol, rumah saya seperti ‘neraka’ debu dan kebisingan. Hampir setiap hari harus bersih-bersih,” ujarnya.

Ia menyebut debu tebal tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menambah pengeluaran rumah tangga. Untuk mencuci kendaraan akibat debu, ia mengaku harus mengeluarkan biaya sekitar Rp70.000 per bulan.

Warga juga mempertanyakan mekanisme kompensasi bagi masyarakat terdampak langsung. Menurut dia, yang dibutuhkan bukan sekadar ganti rugi, tetapi perhatian terhadap pengendalian debu, kebisingan, serta perbaikan jalan yang rusak.

Baca Juga:  Jelang Libur Nataru, Pemkab Sleman Pastikan Harga dan Stok Pangan Terkendali

Sebelumnya, pada 13 Februari lalu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, mengakui salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah dampak pembangunan jalan tol. Ia menyebut banyak ruas jalan kabupaten mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan material proyek.

“Sebenarnya sudah ada MoU bahwa kerusakan akibat pekerjaan tol akan ditangani pihak tol. Tapi praktik di lapangan penanganannya masih lambat, sementara dampaknya cukup parah. Akhirnya masyarakat juga yang dirugikan,” ujarnya.

Ruas Kalasan–Cangkringan berada di wilayah Kabupaten Sleman dan menjadi kewenangan pemerintah daerah. Namun, warga berharap ada koordinasi dan tanggung jawab bersama jika kerusakan terbukti berkaitan dengan aktivitas proyek tol.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak pelaksana proyek terkait keluhan warga di ruas tersebut. Upaya konfirmasi masih dilakukan untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Jadi Sleman ke-110, Malam Tirakatan Teguhkan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Warga
DPUPKP Sleman Jadikan HUT ke-110 Momentum Perkuat Layanan Infrastruktur
Hari Jadi Sleman ke-110, Harda Kiswaya: Momentum Evaluasi untuk Wujudkan Sleman Lebih Sejahtera
Menuju Satu Abad Sleman, Yani Fathurrahman: Bangun Daerah Maju yang Tetap ‘Ngangenin
Harda Kiswaya Ajak Warga Pakem Perkuat Jati Diri Lewat Tradisi Bedhol Projo
Sekda Sleman Susmiarto: Hari Jadi ke-110 Jadi Momentum Refleksi dan Gotong Royong
Pemeliharaan Jalan Desa di Sleman Dikebut, 86 Titik Masuk Program Perbaikan 2026
Sleman Gandeng Kemenkum DIY, Perkuat Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual hingga Tempe Pondoh
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:10 WIB

Hari Jadi Sleman ke-110, Malam Tirakatan Teguhkan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:56 WIB

DPUPKP Sleman Jadikan HUT ke-110 Momentum Perkuat Layanan Infrastruktur

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:32 WIB

Hari Jadi Sleman ke-110, Harda Kiswaya: Momentum Evaluasi untuk Wujudkan Sleman Lebih Sejahtera

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:33 WIB

Menuju Satu Abad Sleman, Yani Fathurrahman: Bangun Daerah Maju yang Tetap ‘Ngangenin

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:40 WIB

Sekda Sleman Susmiarto: Hari Jadi ke-110 Jadi Momentum Refleksi dan Gotong Royong

Berita Terbaru