Mudik Lebaran 2026, Dishub Sleman Dirikan Posko di Tempel dan Prambanan

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, menyampaikan keterangan kepada awak media terkait persiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Sleman. Dishub Sleman menyiapkan posko terpadu, jalur alternatif, serta percepatan perbaikan dan pemasangan lampu penerangan jalan.

 

SLEMAN, opinijogja – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mematangkan persiapan pengamanan dan pengendalian arus lalu lintas menjelang masa mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, Dishub Sleman juga memprioritaskan peningkatan keselamatan pengguna jalan melalui optimalisasi penerangan jalan umum di sejumlah ruas jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk pendirian posko pengamanan di titik-titik pintu masuk wilayah Sleman.

“Posko ini akan membantu pemantauan arus lalu lintas sekaligus memberikan layanan informasi bagi masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran,” ujar Heri kepada awak media usai Jumpa pers yang digelar di pendopo rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/03/2026)?

Dishub Sleman berencana mendirikan dua posko pengamanan utama di wilayah perbatasan yang menjadi jalur masuk kendaraan ke Sleman, yakni di Tempel dan Prambanan.

Posko Tempel berada di sisi barat perbatasan Sleman dan akan berkolaborasi dengan posko terpadu milik Polresta Sleman. Sementara itu, Posko Prambanan berada di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) di sisi utara jalan raya dekat terminal bus.

Kedua posko tersebut dijadwalkan beroperasi mulai 14 Maret hingga 29 Maret 2026. Dishub memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 14 dan 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur utama, Dishub Sleman juga menyiapkan tujuh jalur alternatif yang dapat digunakan pemudik.

Baca Juga:  Menyelami Kearifan Jawa di Museum Pawukon Kwarakan, Daya Tarik Budaya Desa Wisata Sidorejo

Beberapa skema pengalihan arus di antaranya dari simpang Klangon yang berasal dari arah Purworejo dialihkan menuju Godean atau Seyegan. Selain itu, kendaraan dari arah Klaten yang hendak masuk Jogja, bisa mengambil jalur alternatif menuju simpang tiga candi Prambanan kearah Piyungan.

Selain pengaturan lalu lintas, Dishub Sleman juga terus melakukan perbaikan lampu penerangan jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.

Heri menjelaskan, sepanjang tahun 2025 pihaknya telah melakukan perbaikan terhadap sekitar 3.842 titik lampu penerangan jalan di berbagai wilayah Sleman. Sementara itu, pada periode Januari hingga pertengahan Maret 2026, perbaikan kembali dilakukan pada sekitar 532 titik lampu jalan.

“Dari Januari sampai Maret ini sudah kurang lebih 532 titik yang kita laksanakan perbaikan PJU di seluruh kabupaten Sleman,” kata Heri.

Selain perbaikan, pada tahun anggaran 2026 Dishub Sleman juga merencanakan pembangunan baru Alat Penerangan Jalan (APJ) di kawasan permukiman warga. Program tersebut mencakup sekitar 3.900 titik lampu baru yang akan dipasang secara bertahap.

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, tim teknis Dishub Sleman juga disiagakan untuk merespons laporan masyarakat terkait kerusakan lampu jalan. Petugas melakukan penyisiran rutin setiap pagi dan sore hari untuk memastikan seluruh lampu penerangan jalan berfungsi dengan baik.

“Tiap hari kami berkeliling, baik menindaklanjuti aduan masyarakat maupun mengecek langsung jalur-jalur yang lampunya mati dan belum dilaporkan,” ujarnya.

Dishub Sleman juga berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Yogyakarta serta Dinas Perhubungan DIY guna memastikan penerangan di jalur nasional dan provinsi tetap berfungsi optimal.

Selain itu, Dishub Sleman akan melakukan ramp check atau uji kelaikan kendaraan terhadap bus pariwisata dan angkkutan umum di sejumlah lokasi wisata di Sleman guna menekan potensi kecelakaan selama masa libur panjang Lebaran.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sleman Beri Jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Relawan Bencana
Pemkab Sleman Perkuat Pencegahan Korupsi, ASN Dibekali Edukasi Langsung dari Kejaksaan Agung
Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sleman Perkuat Pencegahan Korupsi, ASN Dibekali Edukasi Langsung dari Kejaksaan Agung

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page