Foto: Ilustrasi opinijogja
Kontraktor Lokal Tergusur, Anggaran Dipertanyakan
Oleh: Muhammad Arifin
Yogyakarta, opinijogja – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dipromosikan sebagai jalan baru bagi kebangkitan ekonomi desa. Namun di lapangan, yang muncul justru wajah lama pembangunan: sentralistik, tertutup, dan menyisakan tanda tanya besar.
Alih-alih menjadi ruang pemberdayaan, proyek ini menjelma menjadi arena yang menyingkirkan pelaku usaha lokal.
Di Natah, Gunungkidul, program ini bahkan belum berjalan. Struktur belum lengkap, posisi ketua kosong, namun dampaknya sudah terasa.
“Di desa kami, KDMP belum jalan. Ketua saja belum ada. Tapi dampaknya sudah terasa, banyak pembangunan terancam gagal.”
Masalahnya sederhana, tapi mendasar: program besar dijalankan tanpa fondasi yang siap.
Anggaran yang digelontorkan tidak kecil. Namun di lapangan, muncul pola yang mengkhawatirkan, harga pekerjaan turun, kualitas terancam, dan dugaan biaya tak resmi mulai terdengar.
Di Pajangan, Bantul, kegelisahan itu terasa nyata.
“Sumber anggaran tidak jelas, kemanfaatannya belum terasa. Perputaran uang di daerah justru menurun.”
Jika benar demikian, maka program ini gagal menjadi stimulus. Ia justru berpotensi menekan ekonomi lokal.
Persoalan lain muncul di aspek legalitas, pengadaan, hingga pengawasan teknis. Tanpa tenaga ahli dan mekanisme yang jelas, pembangunan berubah menjadi spekulasi.
Lalu pertanyaan paling mendasar:
jika bangunan roboh, siapa yang bertanggung jawab?
Di Mujamuju, kritik datang lebih tajam.
“Anggaran besar bukan bukti keberhasilan, tapi ujian kejujuran.”
“Tanpa transparansi, anggaran hanya jadi angka indah di laporan, tapi kosong di lapangan.”
Di titik ini, yang hilang bukan hanya proyek, tetapi kepercayaan.
Kontraktor lokal kehilangan peran. Masyarakat kehilangan manfaat. Sementara proyek terus berjalan, seolah tanpa arah yang jelas.
Pembangunan desa seharusnya membangun dari bawah.
Bukan justru mengabaikan mereka yang hidup di dalamnya.
Dan hari ini, di banyak tempat, kontraktor lokal tidak lagi menjadi bagian dari pembangunan.
Mereka berdiri di luar pagar, menonton dari kejauhan, di tanah mereka sendiri.
(Ip/opinijogja)








