PHRI Gunungkidul Catat Lonjakan Okupansi Hotel Selama Libur Nataru, Sejumlah Akomodasi Tembus 100 Persen

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ketua PHRI Gunungkidul Sunyata, SH. (opinijogja).

 

Gunungkidul, opinijogja – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gunungkidul mencatat peningkatan signifikan kunjungan wisatawan dan tingkat hunian (okupansi) hotel selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) periode 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyata, mengatakan tren peningkatan tersebut terlihat jelas jika dibandingkan dengan periode libur Nataru tahun sebelumnya.

“Untuk kunjungan wisatawan pada libur Nataru tahun ini cukup meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata Sunyata saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun PHRI Gunungkidul dari 32 hotel dan penginapan anggota, tingkat okupansi selama periode libur akhir tahun berada pada kisaran 43 persen hingga 100 persen. Bahkan, sejumlah hotel dan penginapan mencatat hunian penuh.

Beberapa akomodasi yang mencatat okupansi 100 persen antara lain Hotel Santika, Royal Joglo, Ama Awa Resort, Wisma HN, dan Light Blue Villa. Sementara HeHa Ocean View mencatat tingkat hunian hingga 98 persen, disusul Drini Hills (96 persen), Rock Garden (95 persen), Bege Homestay (95 persen), serta Edge Resort (95 persen).

Baca Juga:  Wisata Bantul Tembus 3,8 Juta Pengunjung di 2025

Di sisi lain, sejumlah penginapan juga mencatat tingkat hunian menengah hingga rendah, seperti Joglo Wediombo, Barokah Kukup, Kukup Indah, Calida Hotel, dan Tanjung Inn yang berada di angka 50 persen, serta The Mulyo Homestay dengan okupansi 43 persen.

Menurut Sunyata, tingginya tingkat hunian terutama terjadi pada akomodasi yang berada di kawasan wisata pantai dan destinasi unggulan Gunungkidul. Faktor libur panjang, kemudahan akses, serta meningkatnya minat wisata alam menjadi pendorong utama lonjakan kunjungan.

Ia menambahkan, dampak positif tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga pelaku usaha kuliner, UMKM, dan jasa wisata lainnya. PHRI berharap tren positif ini dapat berlanjut sepanjang tahun 2026 dengan dukungan peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMK Penerbangan Sleman Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Jadi Kebanggaan Sleman
Ketahanan Pangan Jadi Sorotan FKD MPU 2026, DIY Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Antar Daerah
Bapanas dan BULOG Uji Coba Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak DIY
Bupati Hamenang Dorong KICF 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bupati Harda Kiswaya Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Warga Transmigran Sleman di Konawe Selatan
Uji Coba Retribusi Wisata Full Cashless di TPR Baron Diperpanjang hingga 11 Mei 2026
Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Penuh, Bulog Siap Jalankan Penugasan Pemerintah
Hari Buruh 2026, Yani Fathurrahman: Buruh Sejahtera, Negara Kuat
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:42 WIB

Siswa SMK Penerbangan Sleman Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Jadi Kebanggaan Sleman

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:27 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Sorotan FKD MPU 2026, DIY Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Antar Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 10:34 WIB

Bapanas dan BULOG Uji Coba Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak DIY

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Bupati Hamenang Dorong KICF 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:38 WIB

Bupati Harda Kiswaya Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Warga Transmigran Sleman di Konawe Selatan

Berita Terbaru