Foto: Suasana malam tirakatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya, Kamis (14/5) malam. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyerahkan potongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan dalam peringatan Hari Jadi Sleman yang mengusung semangat “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”.
SLEMAN, opinijogja — Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Kamis (14/5) malam. Suasana khidmat menyelimuti rangkaian acara yang menjadi momentum refleksi sekaligus penguat semangat persatuan dan gotong royong masyarakat Sleman.
Prosesi diawali dengan kirab pusaka tombak Kyai Turunsih dari Kantor Bupati Sleman menuju Pendopo Parasamya. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah panjang dan perjuangan para leluhur dalam membangun Kabupaten Sleman.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya melalui sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan bahwa malam tirakatan merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perjalanan Kabupaten Sleman yang kini genap berusia 110 tahun.
Menurutnya, tirakatan bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan laku prihatin dan sarana mawas diri untuk menata kehidupan yang lebih baik.
“Tirakatan ini merupakan wujud laku prihatin, mawas diri, serta mengheningkan cipta, rasa, karsa, dan karya di hadapan Tuhan Yang Maha Agung,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kualitas ibadah, etos kerja, serta hubungan sosial antarmasyarakat agar semakin harmonis dan bermakna.
Pada peringatan Hari Jadi tahun ini, Kabupaten Sleman mengusung tema “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”. Tema tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya persatuan atau nyawiji antara pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Seluruh perangkat pemerintahan dan masyarakat harus bersama-sama, bersatu, memiliki semangat tinggi, dan pantang menyerah demi keselamatan serta kesejahteraan hidup kita semua di masa mendatang,” lanjutnya.
Melalui semangat “nyawiji lan golong gilig”, Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus membangun daerah yang maju, adil, makmur, sekaligus tetap menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai keberadaban.
Acara malam tirakatan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman, DPRD, serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.
(Ip/opinijogja)










