Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Lima Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan sebagai Desa Binaan Imigrasi

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Petugas Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan penyematan tanda kepada Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) dalam kegiatan pengukuhan Desa Binaan Imigrasi di Aula Kalurahan Triharjo, Kamis (23/4/2026). 

 

Yogyakarta, opinijogja – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta mengukuhkan lima kalurahan di Kabupaten Kulon Progo sebagai Desa Binaan Imigrasi, Kamis (23/4/2026). Program ini bertujuan memperkuat perlindungan pekerja migran sekaligus menekan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kalurahan Triharjo ini juga dirangkaikan dengan penyuluhan hukum terpadu bagi aparatur desa dan masyarakat.

Lima kalurahan yang ditetapkan sebagai desa binaan yakni Kalurahan Triharjo, Kalurahan Karangwuni, Kalurahan Hargorejo, Kalurahan Hargomulyo, dan Kalurahan Sindutan.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi DIY, Junita Sitorus, mengatakan kasus TPPO kerap bermula dari minimnya pemahaman masyarakat terkait prosedur resmi bekerja ke luar negeri.

“Banyak warga menjadi korban karena terbujuk calo dan berangkat menggunakan dokumen yang tidak sesuai peruntukan. Program Desa Binaan ini menjadi upaya mendekatkan layanan dan edukasi ke masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Tradisi Ngaruhke Menguatkan AR dan Ibunya di Kulon Progo

Sejak 2023, pihak Imigrasi aktif menangani kasus pekerja migran nonprosedural yang berangkat secara ilegal namun menggunakan dokumen resmi secara tidak tepat.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo, Mohammad Wahyudiyantoro, menjelaskan program ini merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Imigrasi tahun 2025 terkait pembentukan Desa Binaan dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa).

Petugas Pimpasa akan ditempatkan di tiap desa untuk bersinergi dengan aparat kewilayahan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Mereka bertugas melakukan deteksi dini terhadap praktik pencaloan paspor serta memberikan edukasi tentang migrasi yang aman dan prosedural.

Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono, menyambut baik program tersebut dan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program, penguatan sinergi antarinstansi, serta menjadikan Kulon Progo sebagai model perlindungan pekerja migran berbasis desa.

“Masyarakat perlu memiliki literasi imigrasi yang baik agar kemajuan wilayah tidak diiringi peningkatan risiko kriminalitas. Kami berharap lima kalurahan ini menjadi percontohan bagi kalurahan lainnya di Kulon Progo,” kata Triyono.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Jadi ke-110, Pemkab Sleman Gelar Khitanan Massal untuk 110 Anak
Sultan HB X Tekankan Investasi Berkelanjutan di DIY, Sleman Siap Perkuat Tata Kelola
Dirjen Dukcapil Apresiasi Aktivasi IKD Sleman Capai 19,45 Persen, Siap Dukung Digitalisasi Bansos
Mila Harda Kiswaya Pimpin YKI Sleman 2026–2031, Tekankan Edukasi dan Pendampingan Pasien
Razia Rutin dan QR Code, Lapas Kelas IIB Sleman Perkuat Pengawasan Berbasis Teknologi
Hadiri Hari Pers Nasional 2026, Bupati dan Wabup Sleman Harap Pers Jadi Ruang Kesadaran Publik yang Sehat
Peletakan Batu Pertama Masjid Baitussalam Serut Gunungkidul, Simbol Kebersamaan Warga Perbatasan
Pelepasan 354 Calon Haji, Bupati Sleman: Jaga Kesehatan dan Doakan Daerah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 13:49 WIB

Peringati Hari Jadi ke-110, Pemkab Sleman Gelar Khitanan Massal untuk 110 Anak

Kamis, 30 April 2026 - 13:23 WIB

Sultan HB X Tekankan Investasi Berkelanjutan di DIY, Sleman Siap Perkuat Tata Kelola

Kamis, 30 April 2026 - 13:06 WIB

Dirjen Dukcapil Apresiasi Aktivasi IKD Sleman Capai 19,45 Persen, Siap Dukung Digitalisasi Bansos

Rabu, 29 April 2026 - 03:01 WIB

Razia Rutin dan QR Code, Lapas Kelas IIB Sleman Perkuat Pengawasan Berbasis Teknologi

Senin, 27 April 2026 - 00:41 WIB

Hadiri Hari Pers Nasional 2026, Bupati dan Wabup Sleman Harap Pers Jadi Ruang Kesadaran Publik yang Sehat

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

FJI DIY Kecam Penganiayaan Siswa di Bantul, Siap Kawal Kasus hingga Tuntas

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:14 WIB