Pemkab Sleman Fokus Rehabilitasi Irigasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kunjungan dewan propinsi di Demakijo.

 

SLEMAN, opinijogja – Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian dan masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran, perbaikan difokuskan pada jaringan irigasi yang memiliki debit air baik dan paling banyak dimanfaatkan warga.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Kabupaten Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, mengatakan pemeliharaan saluran irigasi sejauh ini masih berjalan terkendali. Pembersihan rutin dilakukan oleh UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

“Untuk pemeliharaan saluran irigasi sejauh ini, pembersihan dilakukan oleh UPTD PSDA. Sementara untuk rehabilitasi, saat ini ada 33 titik yang sedang berjalan dan 12 titik masih dalam proses pengadaan,” ujar Nurrochmawardi saat dikonfirmasi Opinijogja melalui sambungan telepon, Selasa (26/05/2026).

Ia menyebutkan, kondisi cuaca yang mulai membaik turut membantu proses pemeliharaan maupun rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah Sleman.

Baca Juga:  Gerakan ASRI Dimulai, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Bersih-Bersih Pantai Trisik Tangani Darurat Sampah

 

“Kendala utama sejauh ini sementara masih terkendali, karena intensitas hujan sudah mulai turun,” katanya.

Terkait pengelolaan saluran irigasi yang berada di wilayah perbatasan, Nurrochmawardi menjelaskan kewenangan penanganan dibagi berdasarkan cakupan wilayah aliran.

“Untuk saluran irigasi yang lintas kabupaten menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sedangkan yang lintas provinsi menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO),” jelasnya.

Ia berharap rehabilitasi jaringan irigasi yang sedang dilakukan dapat memberikan dampak maksimal bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

“Dengan keterbatasan anggaran tahun ini, kami fokus pada rehabilitasi jaringan yang airnya bagus dan paling banyak dibutuhkan masyarakat. Kami juga sangat mengharapkan kebijakan masyarakat dalam memanfaatkan air,” tandasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor
HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong
Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang
JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama
Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan
Pemkab Sleman dan Dunia Usaha Salurkan Bantuan TJSP Rp6,7 Miliar di HUT ke-81 RI
Kemarau Panjang Ancam Sleman, 4 Kapanewon Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Mau Pasang PDAM di Sleman? Agustus 2026 Cukup Rp750 Ribu, Ini Ketentuannya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:06 WIB

HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:27 WIB

JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page