Foto: Kunjungan dewan propinsi di Demakijo.
SLEMAN, opinijogja – Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian dan masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran, perbaikan difokuskan pada jaringan irigasi yang memiliki debit air baik dan paling banyak dimanfaatkan warga.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Kabupaten Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, mengatakan pemeliharaan saluran irigasi sejauh ini masih berjalan terkendali. Pembersihan rutin dilakukan oleh UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).
“Untuk pemeliharaan saluran irigasi sejauh ini, pembersihan dilakukan oleh UPTD PSDA. Sementara untuk rehabilitasi, saat ini ada 33 titik yang sedang berjalan dan 12 titik masih dalam proses pengadaan,” ujar Nurrochmawardi saat dikonfirmasi Opinijogja melalui sambungan telepon, Selasa (26/05/2026).
Ia menyebutkan, kondisi cuaca yang mulai membaik turut membantu proses pemeliharaan maupun rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah Sleman.

“Kendala utama sejauh ini sementara masih terkendali, karena intensitas hujan sudah mulai turun,” katanya.
Terkait pengelolaan saluran irigasi yang berada di wilayah perbatasan, Nurrochmawardi menjelaskan kewenangan penanganan dibagi berdasarkan cakupan wilayah aliran.
“Untuk saluran irigasi yang lintas kabupaten menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sedangkan yang lintas provinsi menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO),” jelasnya.
Ia berharap rehabilitasi jaringan irigasi yang sedang dilakukan dapat memberikan dampak maksimal bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
“Dengan keterbatasan anggaran tahun ini, kami fokus pada rehabilitasi jaringan yang airnya bagus dan paling banyak dibutuhkan masyarakat. Kami juga sangat mengharapkan kebijakan masyarakat dalam memanfaatkan air,” tandasnya.
(Ip/opinijogja)








