Libur Sekolah 2026, Sleman Bidik Perputaran Uang Wisata hingga Rp1,2 Triliun

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyampaikan paparan kesiapan destinasi wisata menghadapi libur sekolah 2026 dalam jumpa pers di Sleman, Kamis (4/6/2026). Pemkab Sleman memprediksi kunjungan wisatawan selama masa liburan mencapai 300–450 ribu kunjungan dengan potensi perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun. Foto: Dok. Humas Pemkab Sleman.

 

SLEMAN, opinijogja – Kabupaten Sleman bersiap menyambut momentum libur sekolah 2026 dengan memperkuat kesiapan destinasi wisata, peningkatan standar keselamatan, serta pengawasan terhadap pelaku usaha pariwisata. Pemerintah Kabupaten Sleman bahkan memprediksi peredaran uang dari sektor pariwisata selama periode liburan sekolah dapat menembus lebih dari Rp1,2 triliun.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, dalam kegiatan jumpa pers bersama awak media, Kamis (4/6/2026).

Kus Endarto menjelaskan, berdasarkan data sementara hingga 31 Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi pariwisata di Kabupaten Sleman mencapai 3.069.511 kunjungan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.007.123 kunjungan atau 97,97 persen merupakan wisatawan nusantara.

Meski demikian, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 12,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.510.750 kunjungan.

“Mayoritas wisatawan nusantara yang datang ke Sleman berasal dari Pulau Jawa, mencapai 87,93 persen atau sekitar 2,64 juta kunjungan. Mereka didominasi wisatawan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten,” ujarnya.

Menurutnya, capaian kunjungan hingga Mei 2026 tersebut telah mencapai 35,53 persen dari target kunjungan wisatawan Kabupaten Sleman tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak 8.553.878 kunjungan.

Adapun tiga destinasi wisata favorit yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama tahun 2026 sejauh ini adalah Candi Prambanan, Kawasan Kaliadem, dan Kawasan Kaliurang.

Memasuki masa libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 11 Juli 2026, Dinas Pariwisata Sleman akan melakukan pencatatan kunjungan wisatawan sejak 20 Juni hingga 12 Juli 2026.

Pada periode tersebut, Pemkab Sleman memprediksi jumlah kunjungan wisatawan berkisar antara 300 ribu hingga 450 ribu kunjungan. Rata-rata lama tinggal wisatawan diperkirakan berada pada rentang 1,5 hingga 2 hari, sementara tingkat okupansi hotel diprediksi mencapai 40 hingga 60 persen.

Baca Juga:  Wahana “On The Rock” Dongkrak Wisata Drini, PAD Gunungkidul Tembus Rp15,8 Miliar

Selain itu, retribusi pariwisata dari destinasi yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya kawasan Kaliurang dan Kaliadem, diperkirakan mencapai Rp50 juta hingga Rp75 juta.

Sementara itu, rata-rata pengeluaran wisatawan untuk kebutuhan akomodasi, konsumsi, tiket masuk destinasi, transportasi, hingga pembelian oleh-oleh diperkirakan berada pada kisaran Rp750 ribu hingga Rp1 juta per kunjungan.

“Dengan asumsi tersebut, peredaran uang dari sektor pariwisata selama libur sekolah diperkirakan berada pada rentang Rp337,5 miliar hingga Rp1,265 triliun,” kata Kus Endarto.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan, Dinas Pariwisata Sleman akan menerbitkan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan selama libur sekolah.

Surat edaran tersebut mengatur sejumlah aspek penting, mulai dari penerapan standar operasional prosedur (SOP), standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pelaksanaan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE), hingga kewajiban pengelola destinasi melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin terhadap fasilitas serta wahana wisata.

Perhatian khusus juga diberikan kepada operasional jip wisata di kawasan Kaliurang, Kaliadem, dan Tebing Breksi agar secara berkala melakukan uji kelayakan dan pemeriksaan keselamatan.

Selain itu, pengelola destinasi wisata diminta tidak menaikkan harga layanan secara tidak wajar, memperjelas informasi tarif kepada wisatawan, memperkuat kerja sama dengan UMKM lokal, serta meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah demi menjaga kebersihan lingkungan wisata.

Dinas Pariwisata Sleman juga mengingatkan seluruh pengelola destinasi dan usaha pariwisata untuk selalu berkoordinasi dengan BPBD, BPPTKG, kepolisian, rumah sakit, serta layanan kedaruratan lainnya apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi maupun situasi darurat lainnya.

Selama masa libur sekolah berlangsung, Dinas Pariwisata Sleman akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai usaha jasa pariwisata guna memastikan pelayanan kepada wisatawan tetap berjalan aman, nyaman, dan sesuai standar.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmikan Wisata Petik Melon, Yani Fathurrahman Sebut Agrowisata Bisa Dongkrak Ekonomi Desa
Efek Embarkasi Haji YIA, Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak 105 Persen hingga Mei 2026
Kementerian Pariwisata dan BPJPH Serahkan Sertifikat Halal kepada UMKM Desa Wisata Jatimulyo
Uji Coba Retribusi Wisata Full Cashless di TPR Baron Diperpanjang hingga 11 Mei 2026
Rakernas V IHGMA di Lombok Tandai Satu Dekade Kepemimpinan Industri Perhotelan
PHRI Gunungkidul Halalbihalal 2026, Bupati Ingatkan Peluang Investor Pariwisata
Sorotan Tiket Tak Sesuai Nominal di Pantai Baron, Dispar Gunungkidul Perketat Sistem Pengawasan
Retribusi Pantai Baron Dipersoalkan, Dispar Gunungkidul Akui Ada Kelalaian Petugas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:00 WIB

Resmikan Wisata Petik Melon, Yani Fathurrahman Sebut Agrowisata Bisa Dongkrak Ekonomi Desa

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:39 WIB

Libur Sekolah 2026, Sleman Bidik Perputaran Uang Wisata hingga Rp1,2 Triliun

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:51 WIB

Efek Embarkasi Haji YIA, Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak 105 Persen hingga Mei 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:51 WIB

Kementerian Pariwisata dan BPJPH Serahkan Sertifikat Halal kepada UMKM Desa Wisata Jatimulyo

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:05 WIB

Uji Coba Retribusi Wisata Full Cashless di TPR Baron Diperpanjang hingga 11 Mei 2026

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page