Efek Embarkasi Haji YIA, Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak 105 Persen hingga Mei 2026

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kinerja pariwisata Kulon Progo terus menunjukkan tren positif. Beroperasinya Embarkasi Haji YIA dan meningkatnya mobilitas wisatawan mendorong kunjungan wisata hingga tumbuh 105,48 persen sepanjang Januari–Mei 2026. (Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo).

 

KULON PROGO, opinijogja – Beroperasinya Embarkasi Haji di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata Kabupaten Kulon Progo. Hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mengalami lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penyelenggaraan pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Haji Bandara YIA tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sebanyak 9.320 jemaah haji dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan enam kabupaten di wilayah eks Karesidenan Kedu diberangkatkan melalui 26 kelompok terbang (kloter). Saat ini, sebagian kloter juga mulai kembali tiba di Bandara YIA setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, mengatakan aktivitas embarkasi haji di YIA turut mendorong peningkatan mobilitas masyarakat dan berdampak langsung pada kunjungan wisata di wilayah tersebut.

“Penambahan kunjungan wisatawan tahun ini tidak lepas dari beroperasinya Bandara YIA sebagai Embarkasi Haji serta adanya sejumlah momentum libur panjang pada bulan Mei,” ujar Sutarman.

Data Dinas Pariwisata Kulon Progo menunjukkan jumlah kunjungan wisata berbasis retribusi hingga Mei 2026 mencapai 120.756 kunjungan. Angka tersebut meningkat 105,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 58.766 kunjungan.

Sementara itu, total kunjungan wisatawan, baik pada destinasi retribusi maupun non-retribusi, mencapai 346.325 wisatawan. Jumlah tersebut naik sekitar 105,49 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 168.536 wisatawan.

Baca Juga:  Sustainable Tourism in Bali: Balancing Preservation and Growth

Lonjakan kunjungan juga terlihat dari tren bulanan sepanjang 2026. Pada Januari tercatat 329.675 wisatawan, Februari 223.307 wisatawan, Maret 423.320 wisatawan, April 138.362 wisatawan, dan melonjak tajam pada Mei menjadi 467.081 wisatawan.

Menurut Sutarman, tingginya angka kunjungan pada Mei dipengaruhi oleh banyaknya wisatawan pengantar jemaah haji yang datang ke YIA, ditambah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang dan aktivitas wisata di berbagai destinasi unggulan Kulon Progo.

Selain peningkatan jumlah wisatawan, sektor pariwisata juga mencatat pertumbuhan pendapatan yang positif. Hingga Mei 2026, pendapatan retribusi wisata mencapai Rp4,22 miliar atau 53,97 persen dari target tahunan sebesar Rp7,82 miliar.

Jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatat realisasi Rp3,24 miliar, pendapatan retribusi wisata tahun ini tumbuh 30,66 persen.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Dinas Pariwisata Kulon Progo terus memperkuat promosi melalui berbagai platform digital, media sosial, publikasi destinasi, serta penguatan kolaborasi dengan pelaku usaha dan pengelola wisata.

Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi intensif guna memastikan kesiapan destinasi dalam aspek pelayanan, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan, terutama pada masa libur panjang dan momentum kedatangan maupun keberangkatan jemaah haji melalui Bandara YIA.

Dengan capaian tersebut, sektor pariwisata di Kulon Progo diharapkan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu destinasi unggulan di wilayah selatan Pulau Jawa.

(Ip/opinijogja)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata
Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026
Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul
Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir
188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan
Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya
Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo
Yogyakarta Bidik Wisatawan Jawa Timur, Jogja Day 2026 di Malang Tawarkan Wisata Kuliner hingga Jeep Merapi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:13 WIB

Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:00 WIB

188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page