Foto: Webinar Amerop Insight yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Amerika–Eropa menghadirkan Joni Prasetyo (Kepala SPPG Margomulyo Seyegan).
SLEMAN, opinijogja – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, Joni Prasetyo, S.Psi., M.Pd., memaparkan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam forum internasional yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Amerika–Eropa (PPI Dunia Amerop), Minggu (22/2).
Webinar bertajuk “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia” itu diikuti mahasiswa Indonesia di kawasan Amerika dan Eropa serta menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi kebijakan publik.
Dalam paparannya, Joni menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada kebijakan nasional, tetapi juga pada tata kelola dan pengawasan di tingkat daerah.
“Program ini menyentuh langsung kelompok sasaran. Karena itu, distribusi yang tepat, pengawasan kualitas makanan, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar tujuan peningkatan gizi benar-benar tercapai,” ujarnya kepada opinijogja, Senin (23/02/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan MBG di wilayah Margomulyo, Seyegan, dilakukan melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah desa, pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan relawan. Selain distribusi makanan bergizi, SPPG juga memberikan edukasi kepada siswa dan keluarga mengenai pentingnya pola makan seimbang.
Dalam diskusi, peserta webinar menyoroti pentingnya penguatan sistem monitoring dan evaluasi agar program berjalan efektif dan berkelanjutan. Sejumlah akademisi turut membahas MBG dari perspektif pembangunan nasional dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Joni, MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM. Pemenuhan gizi yang konsisten, kata dia, akan berdampak pada peningkatan kesehatan, daya serap belajar, dan produktivitas generasi muda.
Keterlibatan SPPG Margomulyo dalam forum tersebut dinilai menjadi momentum pertukaran gagasan antara praktik lapangan dan kajian akademik, sekaligus memperkuat sinergi antara pelaksana program di daerah dan perumus kebijakan di tingkat nasional.
Webinar itu terbuka untuk umum dan menjadi bagian dari agenda diskusi kebijakan publik yang digagas PPI Dunia Amerop guna mendorong kontribusi intelektual diaspora terhadap isu-isu strategis di Indonesia.
(Ip/opinijogja)










