Wakil Bupati Sleman

Kadispar Kulon Progo

SKS

Kandang Ayam Sistem Permakultur, Solusi Ternak Hemat dan Ramah Lingkungan

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Foto: contoh kandang ayam sistem Permakultur.

 

Klaten, opinijogja – Tren pertanian berkelanjutan mulai merambah sektor peternakan rakyat. Salah satu metode yang kini banyak dilirik adalah kandang ayam dengan sistem permakultur, sebuah konsep yang mengintegrasikan ternak dengan ekosistem kebun secara alami dan efisien.

Berbeda dengan sistem konvensional, kandang ayam permakultur tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeliharaan, tetapi juga menjadi bagian dari siklus alam. Ayam berperan sebagai penghasil pupuk organik sekaligus pengendali hama di area kebun.

Praktisi pertanian organik menyebutkan, sistem ini mampu menekan biaya produksi secara signifikan. Limbah dapur rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan, sementara kotoran ayam secara alami terurai menjadi kompos yang menyuburkan tanah.

Integrasi Ternak dan Kebun

Dalam praktiknya, kandang ayam permakultur biasanya dirancang fleksibel. Salah satu model yang populer adalah chicken tractor atau kandang berpindah. Dengan sistem ini, kandang dapat digeser secara berkala ke area kebun yang berbeda.

Metode tersebut memungkinkan ayam membersihkan gulma, memakan serangga, serta meninggalkan kotoran yang langsung menyuburkan tanah. Pola ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesuburan lahan tanpa ketergantungan pada pupuk kimia.

Selain itu, ada pula sistem umbaran terbatas (controlled free range) dan metode deep litter atau alas sekam tebal yang memungkinkan kotoran ayam terfermentasi langsung di dalam kandang.

Baca Juga:  BULOG DIY Perkenalkan Kakanwil Baru ke Awak Media

Lebih Hemat dan Minim Limbah

Keunggulan utama sistem ini terletak pada efisiensi. Peternak tidak perlu sering membersihkan kandang karena limbah organik akan terurai secara alami. Selain itu, biaya pakan juga dapat ditekan dengan memanfaatkan sumber pakan lokal seperti dedaunan, sisa sayur, hingga serangga.

“Konsepnya tidak ada yang terbuang. Semua kembali ke alam dan dimanfaatkan ulang,” ujar salah satu pegiat permakultur.

Dari sisi lingkungan, metode ini juga dinilai lebih ramah karena mengurangi bau kandang, menekan limbah, serta menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar lahan.

Sistem kandang ayam permakultur dinilai sangat cocok diterapkan di wilayah pedesaan maupun pekarangan rumah. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, metode ini juga berpotensi menjadi sumber ekonomi tambahan.

Dengan perawatan yang relatif sederhana dan biaya operasional yang rendah, masyarakat dapat menghasilkan telur dan daging ayam secara mandiri.

Ke depan, pendekatan ini diharapkan menjadi alternatif solusi dalam menghadapi tantangan pertanian modern, terutama terkait efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Jadi ke-4, Paguyuban Cabai Sleman “New Lelang Mandiri” Perkuat Kesejahteraan Petani
DPKP DIY Serahkan 8 Traktor di Festival Menoreh 2026, Antisipasi Cuaca Ekstrem
Satgas Pangan DIY Pantau Harga dan Stok di Gunungkidul, Beras dan Minyak Dipastikan Aman
DPKP DIY Gelar Bimtek Kambing-Domba 2026, Perkuat Peternakan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
Nostalgia Gantangan Monjali Bangkit, Jogja Bird Arena Siap Satukan Kicau Mania
Kementan Perkuat Penyuluh Pertanian di DIY untuk Dukung Swasembada Pangan
Antisipasi Musim Kemarau 2026, Dinas Pertanian DIY Siapkan Strategi Pola Tanam Petani
Petani Sleman Berbagi Takjil Ramadhan, 1.000 Paket Ludes Dibagikan Kurang dari Satu Jam
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:27 WIB

Hari Jadi ke-4, Paguyuban Cabai Sleman “New Lelang Mandiri” Perkuat Kesejahteraan Petani

Senin, 13 April 2026 - 02:22 WIB

Kandang Ayam Sistem Permakultur, Solusi Ternak Hemat dan Ramah Lingkungan

Minggu, 12 April 2026 - 13:46 WIB

DPKP DIY Serahkan 8 Traktor di Festival Menoreh 2026, Antisipasi Cuaca Ekstrem

Minggu, 5 April 2026 - 06:53 WIB

Satgas Pangan DIY Pantau Harga dan Stok di Gunungkidul, Beras dan Minyak Dipastikan Aman

Sabtu, 4 April 2026 - 17:36 WIB

DPKP DIY Gelar Bimtek Kambing-Domba 2026, Perkuat Peternakan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

Berita Terbaru