Jogja Food dan Printing Expo 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Press conference Jogja Food dan  Beverage Expo, Jogja Pack dan Process Expo, dan Jogja Printing Expo 2026 di Novotel Suites Yogyakarta, Jumat (27/3/2026). 

 

YOGYAKARTA, opinijogja – Penyelenggaraan Jogja Food Expo dan Jogja Pack Print Expo untuk kedua kalinya oleh Krista Exhibitions di Yogyakarta bukan sekadar rutinitas tahunan. Ajang yang berlangsung pada 8–11 April 2026 ini menjadi momentum strategis bagi ribuan pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk naik kelas di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

CEO Krista Exhibition, Daud Salim, menegaskan bahwa pameran yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) ini dirancang sebagai ruang bertemunya inovasi, bisnis, dan edukasi dalam satu ekosistem.

“Ini adalah momentum penting bagi UMKM untuk berkembang dan memperluas jaringan bisnis,” ujarnya.

Pameran memanfaatkan seluruh area JEC yang terbagi dalam tiga hall utama. Setiap hall menampilkan sektor unggulan mulai dari industri makanan dan minuman, teknologi pengemasan, hingga percetakan modern. Tercatat sebanyak 110 peserta ambil bagian, termasuk 30 UMKM unggulan dari berbagai daerah.

Dorongan Teknologi Ramah Lingkungan

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, memberikan apresiasi atas hadirnya inovasi teknologi dalam pameran ini. Ia menyoroti penggunaan teknologi ramah lingkungan di sektor printing yang selaras dengan visi industri hijau Pemerintah DIY.

Menurut Daud Salim, perkembangan teknologi cetak dan kemasan saat ini tidak hanya berfokus pada estetika produk, tetapi juga merambah sektor industri kreatif seperti tekstil hingga dekorasi arsitektur—bidang yang erat kaitannya dengan sektor pariwisata Yogyakarta.

Hilirisasi dan Edukasi Teh Nusantara

Baca Juga:  Ketahanan Pangan Jadi Sorotan FKD MPU 2026, DIY Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Antar Daerah

Sementara itu, Ketua Dewan Teh Indonesia, Iriana Ekasari, hadir membawa misi penguatan hilirisasi perkebunan teh nasional. Ia menyebut tren teh dengan rasa eksotis kini tengah mengalami pertumbuhan signifikan di pasar global.

Sebagai bagian dari edukasi, pameran menghadirkan program Tea Class yang digelar dua sesi setiap hari. Kegiatan ini diikuti 10 hingga 25 pelaku UMKM per sesi, dengan materi yang berfokus pada peningkatan kualitas dan daya saing produk teh Indonesia.

Kompetisi Kuliner Angkat Kearifan Lokal

Berbeda dari tahun sebelumnya, Jogja Food & Printing Expo 2026 juga menonjolkan kekayaan kuliner lokal melalui berbagai kompetisi. Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah lomba memasak Bakmi Jawa bersama chef profesional.

Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai lomba lain seperti kompetisi jajanan pasar tradisional, kue, nasi tumpeng, nasi goreng, hingga kompetisi kopi tingkat nasional. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus promosi bagi pelaku kuliner lokal.

Momentum Kebangkitan Ekonomi UMKM

Ketua Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Yogyakarta, Erlin Subiyanti, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan pameran ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi bersama.

“Kita jadikan ini sebagai ajang untuk berkembang dan berkolaborasi agar ekonomi daerah semakin kuat,” ujarnya.

Sinergi antara teknologi pengemasan modern, kemudahan sertifikasi halal dari pemerintah daerah, serta edukasi hilirisasi diyakini mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan pelaku usaha di tingkat akar rumput.

Pameran ini terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB, dan diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi kreatif di Yogyakarta.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMK Penerbangan Sleman Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Jadi Kebanggaan Sleman
Ketahanan Pangan Jadi Sorotan FKD MPU 2026, DIY Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Antar Daerah
Bapanas dan BULOG Uji Coba Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak DIY
Bupati Hamenang Dorong KICF 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bupati Harda Kiswaya Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Warga Transmigran Sleman di Konawe Selatan
Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Penuh, Bulog Siap Jalankan Penugasan Pemerintah
Hari Buruh 2026, Yani Fathurrahman: Buruh Sejahtera, Negara Kuat
Iwan Setyawan Mundur dari Ketua DPC Peradi Sleman usai Diangkat Jadi Waketum DPN
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:42 WIB

Siswa SMK Penerbangan Sleman Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Jadi Kebanggaan Sleman

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:27 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Sorotan FKD MPU 2026, DIY Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Antar Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 10:34 WIB

Bapanas dan BULOG Uji Coba Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak DIY

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Bupati Hamenang Dorong KICF 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:38 WIB

Bupati Harda Kiswaya Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Warga Transmigran Sleman di Konawe Selatan

Berita Terbaru