Foto: ilustrasi OpiniJogja
Aksi serentak di sejumlah kota menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, kebijakan ekonomi, hingga tuntutan revisi regulasi sektor keamanan.
JAKARTA, opinijogja – Gelombang demonstrasi kembali meluas di berbagai daerah di Indonesia. Ribuan massa yang terdiri dari aliansi mahasiswa, kelompok buruh, dan berbagai elemen masyarakat sipil turun ke jalan untuk menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Aksi yang berlangsung serentak di sejumlah kota besar tersebut dipicu oleh meningkatnya keresahan publik terhadap kondisi ekonomi nasional. Kenaikan harga bahan pokok, tekanan biaya hidup, serta berbagai kebijakan pemerintah menjadi sorotan utama dalam unjuk rasa tersebut.
Dalam berbagai aksi yang digelar, massa menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan pokok yang dinilai semakin memberatkan masyarakat. Demonstran juga meminta pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mempertimbangkan penerapan pajak kekayaan sebagai upaya mengurangi kesenjangan sosial.
Selain isu ekonomi, massa turut menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah peserta aksi mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh hingga penghentian program tersebut karena dianggap membebani anggaran negara dan menimbulkan berbagai persoalan teknis dalam pelaksanaannya.
Di sektor politik dan keamanan, demonstran menyampaikan tuntutan revisi Undang-Undang Polri, pencabutan Undang-Undang TNI, serta penghentian praktik militerisme di ruang sipil. Massa juga meminta pemerintah mengakui kesalahan dalam pengambilan kebijakan publik serta memperbaiki komunikasi politik dengan masyarakat.
Di Jakarta, aksi besar dipusatkan di kawasan Patung Kuda, Gedung DPR/MPR RI, dan Bundaran HI. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia (UI), memadati titik-titik aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Aparat keamanan mengerahkan ribuan personel gabungan guna mengamankan jalannya demonstrasi.
Sementara itu, di Bandung, mahasiswa dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menggelar aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Gelombang protes dengan tuntutan serupa juga berlangsung di Garut dan sejumlah daerah lainnya.
Di Yogyakarta, gerakan Gejayan Memanggil kembali digelar. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama berbagai kelompok masyarakat sipil turun ke jalan di kawasan Jalan Gejayan dan Titik Nol Kilometer untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Meluasnya aksi demonstrasi di berbagai daerah ini menjadi indikator meningkatnya tekanan sosial terhadap pemerintah. Para peserta aksi menegaskan bahwa persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta kebijakan publik harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi di sejumlah wilayah masih berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa menyatakan akan terus mengawal berbagai isu yang mereka perjuangkan hingga mendapat respons konkret dari pemerintah.
(**/opinijogja)









