Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Liem Astuti membuka gerakan pengendalian hama tikus melalui lomba menembak tikus di Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Sabtu (25/7/2026) malam. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini menjadi upaya bersama menekan populasi tikus guna menjaga produktivitas pertanian padi.
SLEMAN, opinijogja.id – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat upaya melindungi produksi pertanian melalui gerakan pengendalian hama tikus yang digelar di Kalurahan Sendangmulyo, Sabtu (25/7/2026) malam. Kegiatan yang diinisiasi oleh Lurah Sendangmulyo tersebut dikemas dalam bentuk lomba menembak tikus dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tercatat telah mencapai lebih dari 170 orang. Gerakan ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya menjaga ketahanan pangan melalui pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, saat dikonfirmasi opinijogja.id, Sabtu (25/7/2026), mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pengendalian populasi tikus yang selama ini menjadi salah satu ancaman serius bagi lahan pertanian padi.
“Melalui gerakan ini diharapkan mampu menanggulangi atau mengurangi populasi tikus sehingga lahan usaha tani padi dapat menghasilkan produksi sesuai yang diharapkan,” ujar Liem Astuti.
Menurutnya, pengendalian hama tikus dilakukan dengan berbagai metode, di antaranya menggunakan sostik maupun emposan, yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar lebih efektif menekan perkembangan populasi hama.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang terlibat, Pemerintah Kabupaten Sleman juga memberikan kompensasi sebesar Rp3.000 untuk setiap ekor tikus yang berhasil ditangkap.
“Setiap ekor tikus yang tertangkap diberikan kompensasi sebesar Rp3.000,” jelasnya.
Liem menambahkan, pada tahun anggaran 2026 pemerintah telah mengalokasikan dana reguler dengan target pengendalian sebanyak 7.500 ekor tikus. Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mendukung produktivitas pertanian sekaligus meminimalkan kerugian petani akibat serangan hama.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, dan masyarakat, gerakan pengendalian tikus diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi padi di Sleman. Selain menjadi ajang gotong royong, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran bersama bahwa pengendalian hama merupakan tanggung jawab kolektif demi menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.
(Ip/opinijogja)






