Bupati Sleman Hadiri Wiwitan Tani Sinduadi, Soroti Ancaman Alih Fungsi Lahan Pertanian

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya menghadiri tradisi Wiwitan Tani dan bertemu para petani di Kalurahan Sinduadi, Mlati, Kamis (11/6/2026). (Foto: Prokopim Setda Sleman)

 

SLEMAN, opinijogja – Tradisi Wiwitan Tani yang digelar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sinduadi di Dusun Pojok, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kamis (11/6/2026), menjadi momentum ungkapan rasa syukur para petani menjelang masa panen padi sekaligus pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah pesatnya pembangunan wilayah.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang turut melakukan panen padi secara simbolis bersama Lurah Sinduadi, Panewu Mlati, serta unsur Forkopimkap Mlati.

Dalam sambutannya, Harda menegaskan bahwa tradisi wiwitan tidak hanya memiliki nilai budaya dan kearifan lokal, tetapi juga mencerminkan rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang diperoleh.

Menurutnya, sektor pertanian di Kabupaten Sleman saat ini menghadapi tantangan besar, terutama akibat semakin masifnya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dan pembangunan lainnya. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya intensifikasi pertanian agar produktivitas lahan tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah dapat dipertahankan.

“Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan siap mendukung dan memfasilitasi kebutuhan sektor pertanian mulai dari penyediaan benih unggul, bantuan pupuk, hingga mesin pertanian,” ujar Harda.

Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih mencintai dunia pertanian dan terlibat aktif dalam menjaga keberlangsungan sektor tersebut. Menurutnya, regenerasi petani menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Kalurahan Banyuraden Sleman Raih Peringkat II Kalurahan Terbaik Nasional di Hari Desa 2026

Selain itu, Harda membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi Gapoktan maupun Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta berbagai masukan guna mendukung pengembangan pertanian di Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Lurah Sinduadi Senen Haryanto menjelaskan bahwa lahan pertanian yang dikelola Gapoktan Sinduadi memiliki luas sekitar 20 hingga 30 hektare dengan status tanah kas desa.

Menurut Senen, Pemerintah Kalurahan Sinduadi berkomitmen mempertahankan dan mengembangkan sektor pertanian melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Fakultas Biologi UGM, serta Institut Pertanian Yogyakarta.

“Kami akan terus mendukung Gapoktan dalam menjaga dan memanfaatkan tanah kas desa untuk lahan pertanian yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain budidaya padi, Pemerintah Kalurahan Sinduadi juga mendorong pengembangan komoditas hortikultura, terutama buah-buahan, sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan dan menambah nilai ekonomi bagi para petani.

Melalui pelestarian tradisi wiwitan dan sinergi antara pemerintah, akademisi, serta kelompok tani, sektor pertanian di Sleman diharapkan terus berkembang sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika pembangunan daerah.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kopi Darling Merapi, Fasilitas Kopi Keliling untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani Sleman
27 Varietas Hoya Sleman Resmi Terdaftar di Kementan, Potensi Bisnis Tanaman Hias Bernilai Tinggi
Pemkab Gunungkidul Apresiasi Bantuan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Diharapkan Dongkrak Produktivitas Petani
Sultan HB X Dorong Jogja Agro Park Jadi Mal Pertanian DIY
Bupati Sleman Dorong Petani Milenial Jadi Motor Regenerasi dan Modernisasi Pertanian
Kadis DP3 Sleman: Forum Komunikasi Pembudidaya Ikan Perkuat Kolaborasi dan Keberlanjutan Usaha
Kadis Pertanian Sleman: Belum Ada Dampak Kekeringan, Luas Tambah Tanam Tembus 21.248 Hektare
Penyuluh Pertanian Swadaya Asal Sleman Raih Juara 1 DIY 2026, Jadi Inspirasi Kemajuan Petani Mandiri
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Kopi Darling Merapi, Fasilitas Kopi Keliling untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani Sleman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:43 WIB

27 Varietas Hoya Sleman Resmi Terdaftar di Kementan, Potensi Bisnis Tanaman Hias Bernilai Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Pemkab Gunungkidul Apresiasi Bantuan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Diharapkan Dongkrak Produktivitas Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:34 WIB

Sultan HB X Dorong Jogja Agro Park Jadi Mal Pertanian DIY

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Bupati Sleman Dorong Petani Milenial Jadi Motor Regenerasi dan Modernisasi Pertanian

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page