Hari Keamanan Pangan Dunia 2026, DIY Terima Hibah Mobil Laboratorium Keliling dari Bapanas

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok.Bapanas

 

YOGYAKARTA, opinijogja – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima hibah Mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan di daerah.

Penyerahan hibah tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia (World Food Safety Day/WFSD) ke-8 Tahun 2026 yang mengusung tema “From Burden to Solutions – Safe Food Everywhere”. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Badan Pangan Nasional dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan segar di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Berdasarkan undangan resmi yang ditandatangani Direktur Pengawasan Penerapan Standar Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol. Hermawan, hibah tersebut diberikan kepada enam provinsi penerima yang telah menyelesaikan proses administrasi hibah kendaraan laboratorium keliling.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Aris Eko Nugroho, menyambut positif bantuan tersebut. Menurutnya, isu pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Pangan merupakan masalah yang sangat penting, bukan hanya ketersediaannya, namun juga keamanan pangannya. Pangan bukan sekadar mengenyangkan, tetapi juga harus memperhatikan asupan yang baik bagi tubuh,” ujar Aris Eko Nugroho saat dikonfirmasi opinijogja, Senin (08/06/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan Mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan akan membantu masyarakat memperoleh akses layanan pengujian dan pengawasan keamanan pangan secara lebih dekat melalui berbagai aktivitas lapangan.

Baca Juga:  Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

“Mobil keamanan pangan ini membantu masyarakat mendapatkan fasilitas pengawasan keamanan pangan melalui aktivitas mobil keliling yang menjangkau berbagai wilayah,” katanya.

Aris menambahkan, tujuan utama program tersebut adalah memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman, bergizi, terjangkau, memiliki identitas yang jelas, serta berdaya saing dari hulu hingga hilir, baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun global.

“Harapannya masyarakat mendapatkan pangan yang aman, bergizi, terjangkau, beridentitas, dan berdaya saing dari hulu ke hilir, baik di pasar domestik maupun global,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan besar dalam sistem pangan nasional. Salah satunya adalah tingginya angka food loss dan food waste yang terjadi sepanjang rantai pasok pangan, mulai dari proses produksi hingga konsumsi.

Selain itu, peredaran pangan yang tidak aman masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

“Permasalahan yang ada saat ini masih banyak food loss dan food waste dari hulu sampai hilir. Selain itu, beban akibat pangan yang tidak aman juga masih cukup besar,” tegas Aris.

Dengan adanya Mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan, pemerintah berharap pengawasan terhadap mutu dan keamanan pangan dapat semakin optimal sehingga mampu meningkatkan perlindungan konsumen sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa
BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja
Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September
Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung
HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara
BPHTB Kini Diverifikasi Maksimal 3 Hari, ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pangkas Waktu Layanan Pertanahan, Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026
BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:38 WIB

BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:07 WIB

HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page