Pemda DIY Salurkan Bantuan Pengolahan Cabai dan Bawang 2026, Dorong Hilirisasi dan Stabilitas Harga Pangan

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyerahkan bantuan sarana pengolahan cabai dan bawang merah kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di DIY, Tahun Anggaran 2026. Bantuan ini ditujukan untuk mendorong hilirisasi produk hortikultura, meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani dan masyarakat. (Ip/opinijogja)

 

YOGYAKARTA, opinijogja – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyalurkan bantuan hibah sarana pengolahan cabai dan bawang merah kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) pada Tahun Anggaran 2026.

Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong hilirisasi produk hortikultura sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cabai dan bawang merah dikenal sebagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan fluktuasi harga yang cukup tajam serta berkontribusi terhadap inflasi daerah. Karena itu, penguatan sektor pascapanen melalui pengolahan dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian petani, terutama saat panen raya atau ketika harga produk segar mengalami penurunan.

Melalui program ini, Pemda DIY memberikan bantuan kepada delapan kelompok penerima yang tersebar di wilayah Sleman dan Bantul. Kelompok tersebut meliputi:

Baca Juga:  Dinas Pertanian DIY Sambut Baik Kunjungan Komisi IV DPR RI ke BBVet Wates

•KWT Anggrek (Gadingan, Sumberrejo, Tempel, Sleman)

•KWT Bumi Lestari (Sendangagung, Minggir, Sleman)

•KWT Gantari (Krikilan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman)

•KWT Giri Asri (Cengkehan, Wukirsari, Imogiri, Bantul)

•KWT Kebon Rejo (Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul)

•KWT Mekar Lestari (Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman)

•KWT Pandansari (Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Sleman)

•KWT Turi Putih (Danikerto, Sariharjo, Ngaglik, Sleman)

Setiap kelompok menerima bantuan hibah senilai Rp20 juta berupa paket lengkap sarana pengolahan. Paket tersebut meliputi kompor dan perlengkapannya, blender atau alat penghalus, alat perajang (slicer), spinner untuk peniris minyak atau air, vacuum sealer untuk pengemasan kedap udara, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

Bantuan ini diarahkan untuk mendukung pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah, seperti cabai kering, bubuk cabai, dan bawang goreng. Produk olahan tersebut memiliki daya simpan lebih lama serta harga yang relatif lebih stabil dibandingkan produk segar.

Dengan adanya program ini, Pemda DIY berharap kelompok tani dan KWT dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta berkontribusi dalam pengendalian inflasi, khususnya dari sektor hortikultura.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kopi Darling Merapi, Fasilitas Kopi Keliling untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani Sleman
27 Varietas Hoya Sleman Resmi Terdaftar di Kementan, Potensi Bisnis Tanaman Hias Bernilai Tinggi
Pemkab Gunungkidul Apresiasi Bantuan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Diharapkan Dongkrak Produktivitas Petani
Sultan HB X Dorong Jogja Agro Park Jadi Mal Pertanian DIY
Bupati Sleman Dorong Petani Milenial Jadi Motor Regenerasi dan Modernisasi Pertanian
Kadis DP3 Sleman: Forum Komunikasi Pembudidaya Ikan Perkuat Kolaborasi dan Keberlanjutan Usaha
Kadis Pertanian Sleman: Belum Ada Dampak Kekeringan, Luas Tambah Tanam Tembus 21.248 Hektare
Penyuluh Pertanian Swadaya Asal Sleman Raih Juara 1 DIY 2026, Jadi Inspirasi Kemajuan Petani Mandiri
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Kopi Darling Merapi, Fasilitas Kopi Keliling untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani Sleman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:43 WIB

27 Varietas Hoya Sleman Resmi Terdaftar di Kementan, Potensi Bisnis Tanaman Hias Bernilai Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Pemkab Gunungkidul Apresiasi Bantuan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Diharapkan Dongkrak Produktivitas Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:34 WIB

Sultan HB X Dorong Jogja Agro Park Jadi Mal Pertanian DIY

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Bupati Sleman Dorong Petani Milenial Jadi Motor Regenerasi dan Modernisasi Pertanian

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page