Dugaan Sertifikasi Satpam Bodong di Yogyakarta Diminta Diusut Tuntas

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi opinijogja 

 

YOGYAKARTA, opinijogja — Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menyampaikan keprihatinan atas dugaan praktik sertifikasi satpam ilegal yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kasus ini dinilai tidak hanya merugikan tenaga kerja, tetapi juga berpotensi melibatkan jejaring kepentingan yang lebih luas.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, organisasi tersebut mengungkapkan adanya sejumlah indikasi yang perlu didalami oleh aparat penegak hukum. Salah satunya terkait keberadaan terduga pelaku berinisial ND yang disebut kerap beraktivitas di kawasan perkantoran wakil rakyat di Timoho.

Selain itu, istri dari terduga pelaku disebut sempat bekerja sebagai tenaga keamanan di lokasi yang sama. Namun, yang bersangkutan diduga diberhentikan tidak lama setelah kasus ini mencuat ke publik. Kondisi ini dinilai menimbulkan pertanyaan terkait keterkaitan antar pihak.

Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta juga menyoroti dugaan keterlibatan perusahaan penyedia jasa keamanan yang memenangkan tender, yang dalam pernyataan tersebut disebut sebagai PT A. Perusahaan itu diduga memiliki afiliasi dengan pihak tertentu di lingkungan legislatif, sekaligus menjadi pemenang tender pengamanan di kawasan yang sama.

Menurut mereka, pola tersebut mengindikasikan potensi praktik kolusi dalam proses pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Sektor ini dinilai memiliki nilai anggaran yang cukup besar, mencakup jasa pengamanan, kebersihan, dan pekerjaan lain yang melibatkan pihak ketiga.

Pada tahun anggaran 2026, total belanja untuk sektor outsourcing di lingkungan Pemkot Yogyakarta diperkirakan mencapai sekitar Rp 60 miliar. Anggaran tersebut tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga fasilitas layanan publik seperti rumah sakit.

Baca Juga:  Kejati DIY Buka Suara soal Pendataan SPPG MBG, Ternyata Ini Tujuannya

Namun demikian, mereka menilai proses penentuan pemenang tender diduga hanya didominasi oleh sejumlah perusahaan tertentu. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan praktik monopoli terselubung serta mengganggu prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik.

Atas temuan tersebut, Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta mendesak Kepolisian Daerah DIY untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan sertifikasi satpam ilegal beserta pihak-pihak yang terlibat.

Selain itu, mereka juga meminta kejaksaan untuk melakukan pengawasan dan mengambil langkah hukum apabila ditemukan unsur tindak pidana, termasuk korupsi, kolusi, maupun penyalahgunaan kewenangan dalam proses pengadaan.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga didorong untuk membuka secara transparan seluruh proses pengadaan jasa outsourcing, termasuk rekam jejak perusahaan yang menjadi pemenang tender.

Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menilai, jika tidak ditangani secara serius, praktik semacam ini dapat merusak kepercayaan publik, melemahkan sistem ketenagakerjaan, serta memperkuat dominasi kelompok tertentu dalam pengelolaan anggaran daerah.

Mereka menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini sebagai bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Sleman Gencarkan Penyuluhan Hukum, Sasar Warga hingga Sekolah untuk Cegah Pinjol dan Judol
Kejari Kulon Progo Gandeng BPR Bank Kulon Progo, Perkuat Pendampingan Hukum dan Tata Kelola BUMD
Enam Saksi Diperiksa Maraton, Kejari Kulon Progo Dalami Dugaan Korupsi
Penanganan Perkara Hukum Jadi Prioritas, Kajari Sleman Tegaskan Pendekatan Humanis dan Profesional
Merdeka dari Penjajah, Belum Merdeka dari Ketidakadilan Hukum
Kejati DIY Lantik 5 Kajari Baru, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Berganti
Kajari Sleman Bambang Yunianto Pamit, Singgung Kasus Hibah Pariwisata dan Pengaduan Aktivis
Aktivis Adukan Hakim PN Sleman ke Komisi Yudisial, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik dalam Sidang Praperadilan Raudi Akmal
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Kejari Sleman Gencarkan Penyuluhan Hukum, Sasar Warga hingga Sekolah untuk Cegah Pinjol dan Judol

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Kejari Kulon Progo Gandeng BPR Bank Kulon Progo, Perkuat Pendampingan Hukum dan Tata Kelola BUMD

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Enam Saksi Diperiksa Maraton, Kejari Kulon Progo Dalami Dugaan Korupsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Penanganan Perkara Hukum Jadi Prioritas, Kajari Sleman Tegaskan Pendekatan Humanis dan Profesional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Merdeka dari Penjajah, Belum Merdeka dari Ketidakadilan Hukum

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page