Rotasi 68 Pejabat Sleman, Ujian Integritas di Tengah Tuntutan Pelayanan

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok. Pemkab Sleman 

 

SLEMAN, opinijogja — Bupati Sleman, Harda Kiswaya, kembali merotasi dan melantik 68 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, Selasa (21/4/2026). Pelantikan berlangsung di Pendapa Parasamya, kompleks Kantor Pemkab Sleman.

Rotasi ini tak sekadar pergeseran kursi birokrasi. Di tengah sorotan publik terhadap kinerja aparatur, mutasi jabatan menjadi penanda sekaligus ujian: apakah reformasi pelayanan benar-benar berjalan, atau hanya berhenti pada formalitas administratif.

Salah satu yang menonjol, Sukarmin—sebelumnya Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), kini naik menjadi Kepala DPUPKP, menggantikan Taupiq Wahyudi yang memasuki masa purna tugas.

Dalam sambutannya, Harda menekankan jabatan sebagai amanah, bukan sekadar posisi struktural. Ia mengingatkan dimensi tanggung jawab yang tak hanya administratif, tetapi juga moral.

“Tanggung jawab ini bukan hanya kepada pemerintah serta masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Lebaran 2026, Pemeliharaan Jalur Mudik di Sleman Rampung, DPUPKP Siaga 24 Jam

Namun, pesan normatif itu berhadapan dengan realitas birokrasi yang kerap disorot: lambannya pelayanan, rendahnya responsivitas, hingga praktik yang menyimpang dari etika jabatan.

Harda secara eksplisit mengingatkan pejabat yang dilantik untuk menjaga integritas dan menjauhi praktik yang bertentangan dengan hukum, etika, dan nilai agama, sebuah penegasan yang mengindikasikan bahwa persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah.

Ia juga menuntut perubahan konkret dalam pelayanan publik. Kecepatan, ketepatan, serta kemampuan beradaptasi disebut sebagai standar minimal yang harus dipenuhi.

“Jabatan ini harus diemban sebaik mungkin, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang cepat, tepat, responsif, serta adaptif terhadap perubahan,” kata Harda.

Rotasi ini pada akhirnya akan diuji bukan oleh seremoni pelantikan, melainkan oleh sejauh mana publik merasakan perubahan—di loket pelayanan, di proyek pembangunan, hingga pada kehadiran negara dalam kebutuhan sehari-hari warga.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Jadi Sleman ke-110, Malam Tirakatan Teguhkan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Warga
DPUPKP Sleman Jadikan HUT ke-110 Momentum Perkuat Layanan Infrastruktur
Hari Jadi Sleman ke-110, Harda Kiswaya: Momentum Evaluasi untuk Wujudkan Sleman Lebih Sejahtera
Menuju Satu Abad Sleman, Yani Fathurrahman: Bangun Daerah Maju yang Tetap ‘Ngangenin
Harda Kiswaya Ajak Warga Pakem Perkuat Jati Diri Lewat Tradisi Bedhol Projo
Sekda Sleman Susmiarto: Hari Jadi ke-110 Jadi Momentum Refleksi dan Gotong Royong
Pemeliharaan Jalan Desa di Sleman Dikebut, 86 Titik Masuk Program Perbaikan 2026
Sleman Gandeng Kemenkum DIY, Perkuat Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual hingga Tempe Pondoh
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:10 WIB

Hari Jadi Sleman ke-110, Malam Tirakatan Teguhkan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:56 WIB

DPUPKP Sleman Jadikan HUT ke-110 Momentum Perkuat Layanan Infrastruktur

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:32 WIB

Hari Jadi Sleman ke-110, Harda Kiswaya: Momentum Evaluasi untuk Wujudkan Sleman Lebih Sejahtera

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:33 WIB

Menuju Satu Abad Sleman, Yani Fathurrahman: Bangun Daerah Maju yang Tetap ‘Ngangenin

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:40 WIB

Sekda Sleman Susmiarto: Hari Jadi ke-110 Jadi Momentum Refleksi dan Gotong Royong

Berita Terbaru