Foto: Suasana Rakerda IHGMA 2026 di NTB, Yogyakarta mewakilkan 13 orang peserta.
LOMBOK, opinijogja – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) yang digelar pada 16–18 April 2026 di Merumatta Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi sekaligus industri perhotelan nasional.
Mengusung tema “A Decade Advancing Indonesian Hospitality”, kegiatan ini tidak hanya mempertemukan para pemimpin hotel dari seluruh Indonesia, tetapi juga menandai satu dekade kontribusi IHGMA dalam meningkatkan standar dan profesionalisme industri hospitality.
Sebanyak 26 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 16 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) turut hadir dalam Rakernas tersebut. Kehadiran perwakilan dari berbagai wilayah ini mencerminkan kuatnya jaringan serta sinergi antar General Manager hotel dalam membangun ekosistem perhotelan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Sementara itu, salah satu perwakilan IHGMA Daerah Istimewa Yogyakarta, Agung Sasongko, menyampaikan bahwa delegasi dari wilayahnya turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
“Untuk perwakilan dari Jogja ada 13 orang yang hadir mengikuti Rakernas ini,” ujarnya saat dikonfirmasi opinijogja, Jumat (17/04/2026).
Selama 10 tahun terakhir, IHGMA memposisikan diri sebagai wadah kepemimpinan kolektif para General Manager di Indonesia. Filosofi satu dekade tersebut dimaknai melalui simbol angka “1” sebagai representasi kepemimpinan, serta “0” sebagai lambang keberlanjutan dan kolaborasi industri.
“Sepuluh tahun bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk transformasi yang lebih besar,” demikian semangat yang diusung dalam Rakernas V ini.
Rakernas juga menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan. Sejumlah isu utama yang dibahas meliputi penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), adaptasi terhadap digitalisasi, hingga peningkatan standar layanan yang selaras dengan tren global.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi NTB. Dalam sambutannya, Gubernur NTB menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan serta menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi profesi dalam mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan.
Berbagai agenda seperti diskusi panel, workshop, hingga sesi jejaring (networking) menjadi wadah produktif untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah. Forum ini diharapkan mampu menjawab tantangan global, termasuk perubahan perilaku wisatawan, percepatan digitalisasi, dan isu keberlanjutan dalam industri hospitality.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, Rakernas V IHGMA di NTB menjadi simbol kematangan organisasi yang terus berkembang secara profesional dan berdampak nyata. Dengan semangat satu dekade kepemimpinan dan integritas, IHGMA diharapkan terus menjadi kekuatan strategis dalam membentuk masa depan industri perhotelan Indonesia.
(Ip/opinijogja)















