SK Tak Kunjung Terbit, Manajemen RSA UGM Desak Kemenkes Tepati Janji Penetapan Kelas A

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito.

 

Yogyakarta, opinijogja – Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) mempertanyakan keterlambatan penerbitan Surat Keputusan (SK) penetapan sebagai rumah sakit kelas A oleh Kementerian Kesehatan RI. Padahal, RSA UGM telah melalui proses visitasi dan dinyatakan layak naik kelas.

Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito, menyampaikan bahwa seluruh dokumen persyaratan telah dikirimkan sejak Desember 2024 dan kembali dilengkapi pada Maret 2025 melalui Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes.

“Pengajuan dan dokumen persyaratan sudah kami kirim sejak Desember 2024, dan berulang pada Maret 2025. Enam bulan berlalu, kami sudah bersurat menanyakan kepastian SK tersebut, namun belum ada jawaban dari Kemenkes,” ungkap Darwito dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (3/12/2025).

Darwito menegaskan bahwa RSA UGM memiliki komitmen kuat sebagai rumah sakit pendidikan utama bagi dokter spesialis maupun subspesialis, sejalan dengan program pemerintah dalam menambah jumlah dokter di Indonesia. Selain itu, RSA UGM juga mengemban Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Baca Juga:  Presiden PKS Silaturahim ke PP Muhammadiyah, Tekankan Komitmen Belajar dan Kolaborasi

“Salah satu bentuk konkrit pengabdian masyarakat, RSA UGM memiliki beberapa desa binaan di Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta, dan di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa kesiapan RSA UGM menjadi kelas A bukan tanpa dasar. Rumah sakit tersebut telah memenuhi seluruh kriteria, mulai dari fasilitas, sumber daya manusia, hingga kompleksitas kasus. Kapasitas tempat tidur sudah mencapai 380 unit, melewati syarat minimal 250 tempat tidur, ditambah 60 tempat tidur ICU dengan dukungan dokter spesialis.

Darwito menegaskan bahwa keterlambatan penerbitan SK berpotensi berdampak pada kualitas layanan kepada masyarakat. Ia berharap proses administrasi segera dituntaskan oleh Kemenkes.

“Normalnya, penerbitan SK hanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Kami berharap Kemenkes segera menuntaskan proses ini,” tutupnya.

(Jon/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Ribuan Wisatawan Padati Banaran, Train Naga Jadi Magnet Road to Jogja International Kite Festival 2026
MTA Pakem dan RSA UGM Gelar Donor Darah di Sleman, Bupati Harda: Jadi Amal Jariyah dan Bantu Penuhi Stok Darah
Wahyudi Kurniawan Teguhkan Semangat Pengabdian Usai Ikuti PKN X dan SUSBANPIM IX di Makassar
Sambut HANI 2026, BNNK Sleman Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Perkuat Gerakan Indonesia Bersih Narkoba
Haul Bung Karno ke-56, Arus Bawah PDI Perjuangan Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Ratusan Warga Yogyakarta
DPD LPK-RI DIY Masa Bakti 2026–2030 Resmi Terbentuk, Siap Melindungi Hak-Hak Konsumen
BPN Sleman Pastikan Layanan Hak Tanggungan Elektronik Berjalan Lancar, Tingkat Kepatuhan Capai 96 Persen
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:45 WIB

BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ribuan Wisatawan Padati Banaran, Train Naga Jadi Magnet Road to Jogja International Kite Festival 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05 WIB

MTA Pakem dan RSA UGM Gelar Donor Darah di Sleman, Bupati Harda: Jadi Amal Jariyah dan Bantu Penuhi Stok Darah

Senin, 29 Juni 2026 - 12:01 WIB

Wahyudi Kurniawan Teguhkan Semangat Pengabdian Usai Ikuti PKN X dan SUSBANPIM IX di Makassar

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:00 WIB

Sambut HANI 2026, BNNK Sleman Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Perkuat Gerakan Indonesia Bersih Narkoba

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page