Rehabilitasi Talud di Sleman Diprioritaskan, Dukung Irigasi dan Produktivitas Petani

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kabid SDA DPUPKP SLEMAN, Muhammad Nurrochmawardi.

 

SLEMAN, opinijogja – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman terus melakukan upaya peningkatan infrastruktur sumber daya air melalui program rehabilitasi talud di sejumlah titik strategis.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, menjelaskan bahwa beberapa lokasi yang menjadi prioritas pekerjaan rehabilitasi talud meliputi Daerah Irigasi (DI) Kules, DI Mulungan di Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, serta wilayah Podang Kali Jetis Krapyak VII di Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan.

Selain itu, rehabilitasi juga dilakukan di kawasan Butuhan, Kali Afur, Soronandan, Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari subkegiatan normalisasi dan restorasi sungai yang bertujuan menjaga fungsi aliran air serta mencegah kerusakan lebih lanjut.

“Rehabilitasi talud ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi, khususnya untuk mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian,” ujar Nurrochmawardi, Selasa (17/03/2026).

Baca Juga:  Warga Keluhkan Dampak Proyek Tol, Jalan Kalasan–Cangkringan Rusak

Ia menambahkan, pelaksanaan program ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah dan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.

Dalam kondisi tertentu, seperti kerusakan yang bersifat mendesak akibat bencana alam, DPUPKP Sleman dapat menggunakan mekanisme rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) bencana agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

“Jika terjadi kerusakan akibat bencana dan sifatnya mendesak, maka dapat menggunakan mekanisme rehab rekon bencana,” jelasnya.

Nurrochmawardi berharap seluruh pekerjaan rehabilitasi talud dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

“Kami berharap pekerjaan ini dapat berfungsi optimal, bermanfaat untuk petani, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel,” pungkasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peletakan Batu Pertama Masjid Miftahul Fallah di Sleman, Bupati Harda Kiswaya Ajak Warga Jaga Kekompakan
Kepala BPN Sleman Fokus Benahi Layanan dan SDM, Targetkan Percepatan Pelayanan untuk Masyarakat
Lintasan Atletik Standar Dunia Akan Hadir di Stadion Tridadi Sleman
DPUPKP Sleman Perketat Pengawasan Proyek Jalan, Konsultan Tak Becus Akan Dicoret
Harga BBM Naik, Dishub Sleman Pastikan Bus Sekolah Gratis Tetap Beroperasi Optimal
Anggaran Bina Marga Sleman Naik Jadi Rp108 Miliar, 29 Ruas Jalan dan 3 Jembatan Masuk Program Perbaikan 2026
Pemkab Sleman Gandeng BSI, Bayar Pajak Daerah Kini Bisa Dilakukan Secara Digital
Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:51 WIB

Peletakan Batu Pertama Masjid Miftahul Fallah di Sleman, Bupati Harda Kiswaya Ajak Warga Jaga Kekompakan

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:28 WIB

Kepala BPN Sleman Fokus Benahi Layanan dan SDM, Targetkan Percepatan Pelayanan untuk Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:04 WIB

Lintasan Atletik Standar Dunia Akan Hadir di Stadion Tridadi Sleman

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:54 WIB

DPUPKP Sleman Perketat Pengawasan Proyek Jalan, Konsultan Tak Becus Akan Dicoret

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:42 WIB

Harga BBM Naik, Dishub Sleman Pastikan Bus Sekolah Gratis Tetap Beroperasi Optimal

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page