Foto: Panewu Purwosari Subiyantoro (tengah) didampingi unsur Forkompimkap berfoto bersama usai kegiatan Safari Ramadan tingkat kapanewon di wilayah Tepus, Gunungkidul, Rabu (4/3/2026). Safari digelar lima putaran di seluruh kalurahan untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan warga.
Gunungkidul, opinijogja — Pemerintah Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Safari Ramadan tingkat kapanewon selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Panewu Purwosari, Subiyantoro, S.IP, bersama unsur Forkompimkap dan instansi tingkat kapanewon.
Subiyantoro mengatakan, Safari Ramadan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di setiap kapanewon. Namun, teknis pelaksanaannya menyesuaikan kebijakan masing-masing wilayah.
“Safari tingkat kapanewon ini kegiatan rutin. Hanya teknis pelaksanaannya berbeda-beda. Untuk Purwosari, kami laksanakan lima putaran, sehingga seluruh kalurahan bisa kami datangi bersama tim kapanewon, Forkompimkap, dan instansi tingkat kapanewon,” ujar Subiyantoro, Selasa (4/3/2026).
Ia menjelaskan, lima putaran Safari Ramadan tersebut dilaksanakan secara bergilir di lima kalurahan, yakni:
•Kalurahan Giritirto, Padukuhan Ploso (26 Februari 2026)
•Kalurahan Girijati, Padukuhan Jorong (3 Maret 2026)
•Kalurahan Giriasih, Padukuhan Ngoro-oro (5 Maret 2026)
•Kalurahan Giripurwo, Padukuhan Tlogowarak (10 Maret 2026)
Kalurahan Giricahyo, Padukuhan •Karangtengah (11 Maret 2026)
Menurut dia, Safari Ramadan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam kesempatan itu, Subiyantoro juga menyinggung kondisi geopolitik di Timur Tengah yang tengah menjadi perhatian dunia. Ia mengimbau masyarakat tidak terpengaruh oleh dinamika global yang berpotensi memicu perpecahan.
“Yang baik-baik saja. Kita jaga persatuan, guyub rukun. Jangan sampai kondisi di Timur Tengah memengaruhi keharmonisan di tingkat bawah. Masyarakat Tepus harus tetap kompak dan saling menjaga,” katanya.
Ia berharap suasana Ramadan dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan menjaga kondusivitas wilayah, sehingga kehidupan masyarakat di Kapanewon Purwosari tetap harmonis dan damai.
(Ip/opinijogja)















