3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPRD DIY Usul Jadi Pahlawan Nasional dan Minta Negara Jamin Masa Depan Keluarga

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita sekaligus mendorong pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon, saat takziah di rumah duka Praka Farizal Romadhon di Lendah, Kulon Progo, Rabu (1/4/2026).

 

Yogyakarta, opinijogja – Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan perhatian serius atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.

Dipimpin Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, rombongan anggota dewan melakukan takziah ke rumah duka salah satu prajurit, Praka Farizal Romadhon, di Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, Rabu (1/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk empati sekaligus dorongan politik agar negara memberikan penghargaan tertinggi kepada para prajurit yang gugur dalam tugas negara.

Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Eko Suwanto menyatakan, tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Ketiga prajurit tersebut adalah:

Praka Farizal Romadhon

Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar

Sertu Muhammad Nur Ichwan

“Mereka gugur saat menjalankan tugas negara, mewakili Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Semangat juang, nasionalisme, dan cinta tanah air mereka akan terus menyala sepanjang masa,” ujar Eko.

Menurutnya, pengorbanan para prajurit tersebut merupakan wujud nyata amanat konstitusi Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

DPRD DIY Minta Pemerintah Bertindak

Eko Suwanto mendesak pemerintah pusat, termasuk Presiden RI, untuk segera memproses pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi ketiga prajurit tersebut.

Ia juga menegaskan pentingnya negara hadir dalam memberikan perlindungan dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mendorong agar pemerintah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para almarhum sebagai pahlawan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga:  Harapan Baru Deva, Pengobatan Ditanggung dan Pendidikan Dijamin hingga Kuliah

Perhatian untuk Keluarga, Anak Diminta Diberi Beasiswa

Selain usulan gelar pahlawan, DPRD DIY juga meminta Pemerintah Daerah DIY memberikan perhatian khusus kepada keluarga almarhum Praka Farizal, terutama anaknya yang masih berusia dua tahun.

Eko menyebut, pihaknya akan mendorong pemberian jaminan masa depan, seperti beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Almarhum meninggalkan seorang putra yang masih sangat kecil. Negara harus hadir memastikan masa depannya,” katanya.

Ia menambahkan, Komisi A DPRD DIY akan segera menggelar rapat bersama Pemda DIY untuk membahas langkah konkret dukungan bagi keluarga korban.

Kronologi dan Rencana Kepulangan

Berdasarkan informasi yang diterima, Praka Farizal sebenarnya dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Mei 2026, setelah menyelesaikan masa tugasnya pada April.

Namun, menjelang akhir masa penugasan, serangan yang diduga dilakukan oleh Israel menyebabkan tiga prajurit gugur dan tiga lainnya mengalami luka.

Kutuk Serangan, Dinilai Langgar Hukum Internasional

Eko Suwanto juga mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian tersebut. Ia menilai tindakan itu melanggar hukum humaniter internasional serta Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

“Serangan terhadap pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Ini melukai hati seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Desak Pemerintah dan PBB Bertindak Tegas

Eko juga meminta pemerintah Indonesia aktif berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga internasional untuk mengusut tuntas insiden tersebut.

Ia mendorong adanya langkah tegas, termasuk kemungkinan pemberian sanksi terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Pemerintah harus berani bersikap tegas untuk melindungi prajurit kita dan menjaga kehormatan bangsa di mata dunia,” katanya.

DPRD DIY mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan para prajurit yang gugur agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa
BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja
Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September
Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung
HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara
BPHTB Kini Diverifikasi Maksimal 3 Hari, ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pangkas Waktu Layanan Pertanahan, Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026
BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:38 WIB

BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:07 WIB

HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page