Sekolah Rakyat dan Harapan Memutus Rantai Kemiskinan

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 00:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dokumen Kominfo Kulon Progo.

 

Kulon Progo, opinijogja — Pemerintah memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kalurahan Gulurejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari agenda nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Sekolah berkonsep asrama (boarding school) itu dirancang menampung 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pembangunan dimulai pada 22 Desember 2025 dan ditargetkan rampung 19 Juli 2026, dengan waktu pengerjaan 220 hari kalender. Proyek ini melibatkan sekitar 420 tenaga kerja dan berdiri di atas lahan seluas 7,1 hektare.

Sekolah Rakyat di Kulon Progo menjadi satu-satunya yang dibangun di wilayah DIY dan masuk dalam Tahap II pembangunan nasional yang mencakup 104 lokasi di berbagai daerah. Seluruh bangunan mengikuti prototipe nasional, mulai dari ruang kelas, asrama putra-putri, hingga fasilitas penunjang pendidikan dan olahraga.

Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan pendidikan pemerintah pusat. Menurut dia, pendidikan menjadi instrumen utama untuk meningkatkan mobilitas sosial keluarga prasejahtera.

“Sekolah ini tidak hanya untuk Kulon Progo, tetapi terbuka bagi masyarakat DIY yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem,” kata Ambar, Jumat (9/1).

Ia menilai investasi pendidikan jangka panjang lebih efektif dibandingkan pendekatan bantuan sosial semata. Dengan sistem pendidikan terpadu dan penguatan karakter, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi yang mandiri, berkarakter, dan berdaya saing.

Baca Juga:  Harlah Pancasila 2026, PDIP Kota Yogyakarta Desak Pemerintah Terapkan Kebijakan Pro Rakyat

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY Haryo Satriyawan menyebut pembangunan dikebut agar dapat digunakan pada tahun ajaran 2026–2027, sesuai arah kebijakan nasional. Ia mengakui percepatan proyek berpotensi berdampak pada aktivitas warga sekitar, terutama penggunaan akses jalan desa oleh kendaraan proyek.

“Kami membutuhkan dukungan masyarakat agar pembangunan berjalan tepat waktu,” ujar Haryo.

Ia menjelaskan, setelah konstruksi selesai, sebanyak 275 siswa rintisan dari Sekolah Rakyat Tahap I di Sonosewu dan Purwomartani akan dipindahkan ke kompleks baru di Kulon Progo. Seluruh sarana dan prasarana ditargetkan rampung dalam satu fase pengerjaan.

Dari sisi sosial, Kepala Dinas Sosial PPPA Kulon Progo Ernawati Sukeksi mengatakan pemerintah daerah akan memfokuskan pendataan calon peserta didik dari keluarga miskin ekstrem, khususnya kelompok desil satu dan dua. Namun, kebijakan teknis terkait tenaga pendidik dan wali asuh masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat.

“Ketika anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan akses pendidikan yang layak, peluang memutus kemiskinan antargenerasi menjadi lebih besar,” kata Ernawati.

Bagi warga Gulurejo, pembangunan Sekolah Rakyat dipandang sebagai peluang perubahan sosial. Tri Yuni, perwakilan warga, berharap sekolah tersebut benar-benar menjadi jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Pendidikan adalah harapan untuk mengubah masa depan,” ujarnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor
HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong
Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang
Raih Gelar Doktor Pendidikan Summa Cum Laude, Joko Mursito Dorong Seni Budaya Berbasis Educulture Jadi Penggerak Pariwisata
JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama
Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan
Baitussalam All Star Show 2026 Tampilkan Kreativitas Santri di Kompleks Candi Prambanan
76 Pelajar dari 38 Provinsi Resmi Jadi Duta SMA Nasional 2026
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:06 WIB

HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Raih Gelar Doktor Pendidikan Summa Cum Laude, Joko Mursito Dorong Seni Budaya Berbasis Educulture Jadi Penggerak Pariwisata

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:27 WIB

JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page