Peringati Hari Kartini, Eko Suwanto: Ibu Pilar Utama Pendidikan Keluarga

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Eko Suwanto saat menyampaikan pandangan dalam forum diskusi di Yogyakarta, Selasa (21/4/2026). Dalam momentum Hari Kartini, ia menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, sebagai pilar utama pendidikan keluarga dan mendorong peningkatan anggaran pemberdayaan perempuan oleh Pemda DIY.

 

YOGYAKARTA, opinijogja — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, sebagai pilar utama dalam pendidikan keluarga dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). Menurut Eko, perempuan Indonesia memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa, terutama dalam membentuk karakter generasi melalui lingkungan keluarga.

“Perempuan adalah soko guru pendidikan, baik di dalam keluarga maupun masyarakat. Karena itu, peran ibu sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Eko.

Ia juga mendorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meningkatkan anggaran pemberdayaan perempuan, khususnya bagi ibu dan anak. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial.

Baca Juga:  Presiden PKS Tekankan Politik Elegan, Tetap Kritis Meski Jadi Mitra Pemerintah

Dalam momentum Hari Kartini, Eko menilai semangat perjuangan R.A. Kartini masih relevan untuk terus digaungkan, terutama dalam memperjuangkan kesetaraan dan peningkatan kapasitas perempuan.

Menurut dia, perempuan Indonesia saat ini memiliki peluang yang sama dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosial. Oleh karena itu, dukungan kebijakan yang berpihak pada perempuan menjadi kunci untuk mendorong peran tersebut.

“PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan bangsa. Perempuan harus diberi ruang yang setara untuk berkembang dan berdaya,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melanjutkan semangat perjuangan Kartini, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan keterbelakangan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GPM Siap Kolaborasi dengan GSNI Membumikan Marhaenisme di Kalangan Pelajar
Anggota DPRD Gunungkidul Minta Maaf, Ketua Dewan Ingatkan: Jangan Lukai Hati Rakyat
Jalan Sehat Harganas di Rumah Aspirasi Mas Yani Meriah, Bupati Harda Kiswaya Lepas 1.000 Peserta
Ribuan Perempuan PKS DIY Ikuti Pelatihan Ketahanan dan Kepemimpinan di Lereng Merapi
30 Tahun Kudatuli, Danang Maharsa Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah dan Melek Politik
Peristiwa 27 Juli 1996: Sejarah Kudatuli yang Mengubah Arah Demokrasi Indonesia
PKS DIY Gelar Kemah Bela Negara di Lereng Merapi, Perkuat Nasionalisme dan Ketahanan Kader
Konflik Internal PPP Bantul Memanas, Forkom PAC Kibarkan Bendera Setengah Tiang dan Desak DPP Turun Tangan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:39 WIB

GPM Siap Kolaborasi dengan GSNI Membumikan Marhaenisme di Kalangan Pelajar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Anggota DPRD Gunungkidul Minta Maaf, Ketua Dewan Ingatkan: Jangan Lukai Hati Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jalan Sehat Harganas di Rumah Aspirasi Mas Yani Meriah, Bupati Harda Kiswaya Lepas 1.000 Peserta

Senin, 27 Juli 2026 - 12:07 WIB

Ribuan Perempuan PKS DIY Ikuti Pelatihan Ketahanan dan Kepemimpinan di Lereng Merapi

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:42 WIB

30 Tahun Kudatuli, Danang Maharsa Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah dan Melek Politik

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page