30 Tahun Kudatuli, Danang Maharsa Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah dan Melek Politik

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri peringatan 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Kantor DPC PDIP Sleman, Minggu (26/7/2026). Danang mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah, memahami politik secara utuh, serta berani mengawal demokrasi melalui sikap kritis, persatuan, dan kesetiaan pada nilai-nilai konstitusi.foto: opinijogja.id

 

SLEMAN, opinijogja.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sleman menggelar peringatan 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Sleman, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus partai, anggota fraksi, organisasi sayap, simpatisan, hingga ratusan generasi muda.

Peringatan yang mengusung semangat menjaga nilai-nilai demokrasi itu diawali dengan teatrikal yang menggambarkan kembali peristiwa penyerbuan Kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Tragedi Kudatuli. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh refleksi atas salah satu peristiwa penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman Danang Maharsa, Anggota DPD RI Yashinta Sekarwangi, Ketua DPRD Kabupaten Sleman Y. Gustan Ganda, jajaran fungsionaris partai, anggota Fraksi PDI Perjuangan, serta para simpatisan.

Rangkaian acara meliputi doa bersama, pemutaran film dokumenter Kudatuli, sarasehan bertajuk “Demokrasi Pasca 30 Tahun Kudatuli”, hingga peniupan lilin sebagai bentuk penghormatan kepada lima korban Tragedi Kudatuli.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Danang Maharsa, mengatakan peringatan tersebut bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri bersama para kader yang bertahan di Kantor DPP PDI pada tahun 1996 merupakan bukti kesetiaan terhadap konstitusi dan rakyat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Danang memberikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan peringatan 30 Tahun Kudatuli. Ia juga secara khusus memberikan semangat kepada generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:  Pemkab Sleman Gelar Pisah Sambut Dandim 0732, Tegaskan Penguatan Sinergi TNI dan Daerah

Menurut Danang, politik tidak boleh dipahami hanya sebatas perdebatan atau adu argumentasi di media sosial. Anak-anak muda perlu memahami realitas politik secara langsung agar mampu menentukan arah perjuangan politik yang benar.

“Yang jelek bukan politiknya, tetapi orang-orang yang menjalankan politik itu. Karena itu tentukan arah politik kalian bersama orang-orang yang benar,” katanya.

Danang juga menekankan pentingnya kesetiaan dalam berorganisasi maupun berpartai.

“Kehidupan itu membutuhkan kesetiaan, seperti halnya kita berpartai. Berpartai jika dilandasi kesetiaan, maka akan berjaya,” ungkapnya.

Ia turut mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian masyarakat untuk memberikan kritik kepada pemimpin.

“Pemimpin boleh salah, tetapi rakyat yang harus membenarkan atau mengkritik. Karena itu kami mengumpulkan anak-anak muda agar memahami apa itu politik. Mau tidak mau, generasi muda harus belajar politik, sebab nasib bangsa ini ada di tangan mereka,” tegas Danang.

Menurutnya, masa depan Indonesia akan ditentukan oleh generasi muda yang memiliki pemahaman politik yang baik, menjunjung persatuan, serta mampu menjaga demokrasi.

“Indonesia ke depan yang akan mewarnai adalah kalian semua sebagai generasi muda. Politik membutuhkan persatuan dan kesatuan,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Yashinta Sekarwangi berharap peringatan Kudatuli dapat menjadi ruang membangun jejaring sekaligus memperkuat pemahaman sejarah bagi generasi muda.

“Dari pertemuan ini semoga ke depan kita bisa saling berjejaring. Saya berharap diskusi ini menjadi pengalaman baru bagi generasi muda agar mengetahui sejarah yang sebenarnya mengenai Peristiwa Kudatuli,” katanya.

Yashinta juga berpesan agar generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan demokrasi Indonesia.

“Jangan sampai kita melupakan sejarah, karena dari sejarah kita belajar untuk menjaga demokrasi dan masa depan bangsa,” tuturnya.

Melalui peringatan 30 Tahun Kudatuli tersebut, DPC PDI Perjuangan Sleman berharap semangat perjuangan demokrasi, keberanian menyampaikan kritik, serta pentingnya menjaga persatuan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari perjalanan demokrasi Indonesia.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GPM Siap Kolaborasi dengan GSNI Membumikan Marhaenisme di Kalangan Pelajar
Anggota DPRD Gunungkidul Minta Maaf, Ketua Dewan Ingatkan: Jangan Lukai Hati Rakyat
Jalan Sehat Harganas di Rumah Aspirasi Mas Yani Meriah, Bupati Harda Kiswaya Lepas 1.000 Peserta
Ribuan Perempuan PKS DIY Ikuti Pelatihan Ketahanan dan Kepemimpinan di Lereng Merapi
Peristiwa 27 Juli 1996: Sejarah Kudatuli yang Mengubah Arah Demokrasi Indonesia
PKS DIY Gelar Kemah Bela Negara di Lereng Merapi, Perkuat Nasionalisme dan Ketahanan Kader
Konflik Internal PPP Bantul Memanas, Forkom PAC Kibarkan Bendera Setengah Tiang dan Desak DPP Turun Tangan
Sleman Jaring Atlet Tenis Meja Potensial untuk Porda DIY Lewat Kejurkab 2026
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:39 WIB

GPM Siap Kolaborasi dengan GSNI Membumikan Marhaenisme di Kalangan Pelajar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Anggota DPRD Gunungkidul Minta Maaf, Ketua Dewan Ingatkan: Jangan Lukai Hati Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jalan Sehat Harganas di Rumah Aspirasi Mas Yani Meriah, Bupati Harda Kiswaya Lepas 1.000 Peserta

Senin, 27 Juli 2026 - 12:07 WIB

Ribuan Perempuan PKS DIY Ikuti Pelatihan Ketahanan dan Kepemimpinan di Lereng Merapi

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:42 WIB

30 Tahun Kudatuli, Danang Maharsa Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah dan Melek Politik

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page