Foto: Menpar Widiyanti Putri Wardhana membuka Rakernas I PHRI 2026 di PO Hotel Semarang, Selasa (10/2/2026), sekaligus menegaskan komitmen pengelolaan sampah mandiri oleh hotel dan restoran.
SEMARANG, opinijogja — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meminta industri perhotelan dan restoran mengelola sampah secara mandiri sebagai bagian dari komitmen menuju pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.
Permintaan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PHRI 2026 di PO Hotel Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026).
Widiyanti menegaskan persoalan sampah kini berada pada tahap krusial dan tidak bisa lagi ditangani secara parsial. Menurutnya, hotel dan restoran memiliki peran strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang disiplin dan terintegrasi.
Langkah itu juga sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Pengelolaan sampah mandiri bukan sekadar kepatuhan regulasi, tetapi investasi reputasi jangka panjang. Destinasi yang bersih akan meningkatkan kepercayaan wisatawan,” ujar Widiyanti.
Ia menyebut tren pariwisata 2026 semakin mengarah pada pengalaman yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Karena itu, hotel dan restoran kini tidak hanya dinilai dari layanan, tetapi juga dari jejak lingkungan yang ditinggalkan.
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan, PHRI berkomitmen terus berkontribusi bagi perekonomian nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari persaingan akomodasi ilegal hingga dinamika regulasi.
Widiyanti juga memaparkan tingkat okupansi hotel sempat turun pada Maret 2025 menjadi 33,56 persen, namun kembali meningkat hingga mencapai 56,12 persen pada Desember 2025.
Rakernas PHRI 2026 turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
(Ip/opinijogja)










