Foto: dokumen Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.
Gunungkidul, opinijogja — Menjelang masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menegaskan kesiapannya dalam memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan.
Dikonfirmasi opinijogja, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul Supriyanta, S.Sos., MM mengatakan, seluruh sektor di bawah koordinasi Dispar telah bergerak memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung di seluruh destinasi.
Menurut Supriyanta, upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan kualitas pelayanan di destinasi pariwisata.
“Kami berusaha semaksimal mungkin agar wisatawan mendapatkan pengalaman berlibur yang aman, nyaman, tertib, dan bersih selama berada di Gunungkidul,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Langkah-Langkah Strategis Dispar Gunungkidul
1. Monitoring dan Evaluasi Berkala
Dispar Gunungkidul telah melakukan monitoring evaluasi (monev) ke sejumlah destinasi sebagai bahan rapat koordinasi menjelang puncak liburan. Monev ini mencakup kesiapan sarana prasarana, kebersihan, dan keamanan lokasi wisata.
2. Penerbitan Surat Edaran Khusus Libur Nataru
Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Nomor 500.11.21/1235/2025 resmi disampaikan kepada seluruh stakeholder dan unsur pentahelix pariwisata. Isinya antara lain:
• menjaga kebersihan dan higienitas kawasan wisata
• memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung
• transparansi harga dengan pemasangan daftar harga
• ketertiban tiket, karcis, dan parkir
• mendorong penyelenggaraan event mandiri
• mengampanyekan transaksi non-tunai
• mewujudkan prinsip Sapta Pesona
3. Rapat Koordinasi Lintas Sektor
Pada 8 Desember 2025, Dispar menggelar rapat koordinasi dengan Polres, Kodim, Satpol PP, Dishub, BPBD, DPUPR, DLH, Bagian PSDA, Kapanewon, SARLINMAS, Senkom, serta Forkom Pokdarwis–Desa Wisata. Rapat tersebut membahas dukungan personel keamanan, peralatan, dan perlengkapan lapangan.
4. Monev Mitigasi Bencana pada 9 Desember 2025
Mengingat mayoritas destinasi Gunungkidul berbasis alam, Dispar melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik rawan seperti:
• Goa Pindul
• Gunung Api Purba Nglanggeran
• Cave Tubing Kalisuci
• Pantai Baron
Monev dilakukan bersama Dispar DIY, BPBD, DPUPR, Satpol PP, Dishub, Kapanewon, serta pengelola Daya Tarik Wisata setempat.
Hasilnya, tidak ditemukan retakan tanah atau bukit yang mengancam keselamatan pengunjung, sehingga destinasi dinyatakan aman. Namun, Dispar tetap mengimbau wisatawan berhati-hati karena cuaca ekstrem masih berlangsung. Hasil monev ini juga telah disampaikan melalui video dan rilis resmi.
5. Hadir dalam Koordinasi Tingkat Kabupaten dan DIY
Pada 10 Desember 2025, Dispar Gunungkidul mengikuti rapat koordinasi tingkat kabupaten dan DIY untuk memantapkan kesiapan menghadapi lonjakan wisatawan.
Target Kunjungan dan PAD Nataru 2025/2026
Wisatawan: ± 500.000 pengunjung
PAD Pariwisata: ± Rp 7 miliar
Supriyanta optimistis target ini bisa tercapai dengan kerja sama lintas sektor dan kesiapan penuh para pengelola destinasi. “Kami berharap semua pihak menjaga komitmen, sehingga Gunungkidul tetap menjadi pilihan utama wisatawan di akhir tahun,” ujarnya.
(Ip/opinijogja)







