JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Foto: Ketua Komunitas Angkasa Satu RDA Yuristianto bersama jajaran panitia menyerahkan penghargaan kepada delegasi internasional pada malam penutupan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 di Pantai Parangkusumo, Bantul, Minggu (12/7/2026). Festival yang diikuti peserta dari 17 negara tersebut sukses memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata budaya bertaraf internasional. (Foto: Panitia JIKF 2026)

 

BANTUL, opinijogja.id – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 resmi ditutup di Pantai Parangkusumo, Bantul, Minggu (12/7/2026), setelah berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan delegasi dari 17 negara, puluhan komunitas layang-layang nasional, serta ribuan pengunjung yang memadati kawasan wisata selatan Yogyakarta.

Memasuki penyelenggaraan ke-11, JIKF 2026 yang digelar Komunitas Angkasa Satu di bawah kepemimpinan RDA Yuristianto kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival layang-layang internasional terbesar di Indonesia. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Pariwisata RI melalui Event by Indonesia, Dinas Pariwisata DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, serta berbagai mitra dan sponsor.

Kehadiran peserta dari 17 negara menjadi bukti bahwa JIKF terus berkembang sebagai ajang budaya bertaraf internasional yang tidak hanya mempromosikan destinasi wisata Yogyakarta, tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia kepada dunia.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman para pemenang kompetisi. Penghargaan tertinggi, Piala Raja JIKF 2026, berhasil diraih Rendy dari Tim Yudhistira Sleman melalui karya Train Naga yang memukau dewan juri.

“Ini merupakan kali kelima saya mengikuti Jogja International Kite Festival, dan akhirnya tahun ini bisa meraih Piala Raja. Rasanya sangat bangga dan bersyukur karena persiapan selama kurang lebih dua bulan bersama Tim Yudhistira akhirnya membuahkan hasil,” ujar Rendy.

Karya Train Naga tersebut mengangkat motif Candi Prambanan dan batik khas Yogyakarta sebagai simbol pelestarian budaya lokal yang dipadukan dengan kreativitas seni layang-layang.

Baca Juga:  Polsek Dlingo Salurkan 30.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Selain Piala Raja, panitia juga menetapkan para juara di berbagai kategori. Kategori Tradisional dimenangkan Pelayang Cilacap, kategori 2 Dimensi diraih Komam Kite, kategori 3 Dimensi dimenangkan Fakta Club, kategori Train menjadi milik Cakra Jawa Tengah, sedangkan kategori Rokkaku dimenangkan Tatto Kite.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta mancanegara, panitia menyerahkan cenderamata kepada seluruh delegasi dari 17 negara. Suasana penutupan semakin meriah ketika para peserta internasional tampil mengenakan busana tradisional khas negaranya masing-masing, mencerminkan keberagaman budaya yang menjadi ciri khas JIKF.

Panitia juga memberikan Special Awards kepada sejumlah delegasi internasional. Vietnam meraih penghargaan Best Performance, Jerman memperoleh Best Kite, Haiti meraih Best Performance Most Expressive, sementara China menerima penghargaan Best Performance – Traditional Kite.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival tahun ini.

“Secara keseluruhan penyelenggaraan JIKF 2026 berakhir dengan sangat memuaskan. Baik peserta internasional maupun nasional merasa senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Harapan kami, JIKF terus berkembang dengan kualitas yang semakin baik dan mendapat dukungan lebih besar agar mampu menjadi festival layang-layang bertaraf dunia,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan, JIKF 2026 menghadirkan beragam agenda, mulai dari Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA), kompetisi layang-layang nasional dan internasional, Night Flying Kite Show, pertunjukan budaya, pameran UMKM, hingga riset pariwisata.

Melalui kolaborasi pemerintah, Komunitas Angkasa Satu, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat, JIKF kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon pariwisata budaya Indonesia yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni layang-layang.

(Ip/opinijogja.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata
Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026
Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul
Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59 Digelar Meriah, 1,5 Ton Kue Apem Diperebutkan Ribuan Warga
Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir
188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan
Juara Dunia Asal Klaten Kembali ke World Choir Games 2026, Vocalista Angels Siap Harumkan Nama Indonesia di Swedia
Ribuan Warga Padati Saparan Bekakak Gamping 2026, Bupati Sleman Harda Kiswaya: Tradisi Harus Tetap Lestari
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59 Digelar Meriah, 1,5 Ton Kue Apem Diperebutkan Ribuan Warga

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:13 WIB

Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page