Disdik Sleman Akui Banyak Sekolah Masih Rusak, Baru 8 SMP Direhabilitasi pada 2026

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Tim Kerja Sarana dan Prasarana Disdik Sleman, Ruling Yulianto

 

SLEMAN, opinijogja.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman merealisasikan program rehabilitasi delapan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Namun, keterbatasan anggaran daerah masih menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan.

Ketua Tim Kerja Sarana dan Prasarana Disdik Sleman, Ruling Yulianto, saat dikonfirmasi Opinijogja.id, Jumat (3/7/2026), mengatakan terdapat delapan sekolah yang menjadi prioritas rehabilitasi tahun ini.

“Kami melaksanakan rehabilitasi di delapan SMP, yakni SMP 5 Depok, SMP 2 Ngemplak, SMP 3 Berbah, SMPIT Salman Al Farisi, SMPN 1 Cangkringan, SMPN 1 Gamping, SMPIT Baitussalam Prambanan, dan SMPN 2 Mlati,” ujarnya.

Menurut Ruling, keterbatasan anggaran APBD memberikan dampak yang cukup besar terhadap program rehabilitasi sarana pendidikan. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), masih terdapat sejumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan karena mengalami kerusakan bangunan.

“Dampaknya cukup besar karena masih ada beberapa sekolah yang perlu direhabilitasi. Untuk mengatasi hal tersebut, kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar sekolah yang belum terakomodasi melalui APBD dapat memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Kami juga mengupayakan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkab Sleman Teken NPHD TMMD 2026 dengan 4 LPMK

Ia menambahkan, hasil asesmen teknis menunjukkan beberapa bangunan sekolah telah masuk kategori rusak berat dengan tingkat kerusakan sekitar 45 persen. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai belum membahayakan secara langsung bagi aktivitas belajar mengajar.

“Kalau tidak segera direhabilitasi, tentu kondisinya akan semakin memburuk dan berpotensi membahayakan di kemudian hari,” katanya.

Ruling berharap seluruh sekolah di Kabupaten Sleman ke depan memiliki sarana dan prasarana yang layak sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Ia juga optimistis, apabila kebutuhan rehabilitasi bangunan dapat diselesaikan, pemerintah dapat mengarahkan anggaran lebih besar untuk penguatan fasilitas pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

“Harapan kami semua sekolah memiliki fasilitas yang baik. Setelah kebutuhan infrastruktur terpenuhi, anggaran bisa lebih difokuskan pada pengembangan peralatan pembelajaran berbasis STEM. Kami yakin Sleman mampu mewujudkan itu,” tuturnya.

Ruling menegaskan, perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap sektor pendidikan juga sangat besar. Menurutnya, dukungan Bupati Sleman menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui perbaikan infrastruktur sekolah.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian
Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemkab Sleman Biayai Kuliah hingga Lulus untuk Mahasiswa Kurang Mampu
Mahasiswa UGM Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Sleman Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bahas AI, Inklusi dan Masa Depan Sekolah
SMK Negeri 2 Gedangsari Bidik Status BLUD, Perkuat Sertifikasi Internasional dan Serapan Lulusan
Siswa SMK Penerbangan Sleman Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Jadi Kebanggaan Sleman
334 Siswa MAN 1 Klaten Lulus 100 Persen, 60 Diterima PTN Jalur Prestasi Tanpa Tes
Yani Fathurrahman: Pendidikan Harus Jadi Prioritas, PKS Soroti Pola Pikir dan Angka Putus Sekolah di Sleman
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:16 WIB

Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:02 WIB

Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemkab Sleman Biayai Kuliah hingga Lulus untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:52 WIB

Disdik Sleman Akui Banyak Sekolah Masih Rusak, Baru 8 SMP Direhabilitasi pada 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:17 WIB

Mahasiswa UGM Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:00 WIB

Sleman Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bahas AI, Inklusi dan Masa Depan Sekolah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page