Foto: Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Sewon, Yogyakarta, bersiap menjalani revitalisasi dan peningkatan kapasitas mulai Juli 2026. Modernisasi fasilitas ini ditargetkan meningkatkan kapasitas pengolahan dari 100 meter kubik menjadi 400 meter kubik per hari guna memperkuat layanan sanitasi yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan. (Foto: Dok. PALPJK DIY)
YOGYAKARTA, opinijogja.id — Pemerintah Daerah DIY melalui Balai Pengelolaan Air Limbah dan Pengembangan Jasa Konstruksi (PALPJK) mulai melakukan revitalisasi dan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Sewon pada Juli 2026. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat layanan sanitasi perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Kepala Balai PALPJK DIY, Erny Sonya Pontoh, menjelaskan bahwa modernisasi IPLT merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem pengolahan limbah domestik yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.,
“Peningkatan kapasitas ini penting untuk menjawab kebutuhan layanan sanitasi yang terus meningkat, sekaligus memastikan proses pengolahan limbah berlangsung optimal sebelum dialirkan kembali ke lingkungan,” ujarnya saat dikonfirmasi opinijogja melalu pesan WhatsApp, Kamis (02/07/2026).
Selama masa konstruksi, operasional IPLT tetap berjalan dengan skema penyesuaian kapasitas penerimaan lumpur tinja. Pembatasan dilakukan secara berkala agar proses pembangunan tidak mengganggu layanan dasar kepada masyarakat.
Menurut Erny, pihak pengelola tidak menutup layanan sepenuhnya. Pengaturan volume penerimaan dan penjadwalan armada pengangkut dilakukan agar distribusi layanan tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan di area IPLT.
“Fokus kami adalah menjaga pelayanan tetap berjalan sambil memastikan pekerjaan peningkatan kapasitas dapat selesai tepat waktu,” katanya.
Balai PALPJK DIY juga terus berkoordinasi dengan Paguyuban Sedot Tinja Yogyakarta (PASTY) untuk menyesuaikan jadwal pembuangan selama proyek berlangsung. Langkah ini diambil agar aktivitas pengangkutan lumpur tinja tetap tertata dan pelayanan masyarakat tidak terganggu.
Pemerintah daerah menilai kolaborasi antara operator, pengelola IPLT, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan sanitasi selama masa pembangunan.
Proyek revitalisasi IPLT Sewon ditargetkan rampung pada Desember 2026. Setelah selesai, kapasitas pengolahan instalasi diproyeksikan meningkat dari sekitar 100 meter kubik per hari menjadi 400 meter kubik per hari.
Peningkatan tersebut didukung penerapan sistem filtrasi modern yang dirancang mampu mengolah limbah domestik dengan standar lingkungan yang lebih baik sebelum dialirkan kembali ke badan air.
Pemda DIY berharap modernisasi IPLT Sewon dapat memperkuat ketahanan sanitasi perkotaan, mengurangi risiko pencemaran, serta mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Yogyakarta.
(Ip/opinijogja)






