Pemkab Sleman Beri Penghargaan Ratusan Pendonor Darah, Stok Darah Masih Jadi Tantangan

- Penulis

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan penghargaan kepada pendonor darah sukarela pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat.

 

SLEMAN, opinijogja.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memberikan penghargaan kepada ratusan Pendonor Darah Sukarela (PDS) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Penghargaan tersebut diserahkan dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026 yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya, Minggu (28/6/2026).

Acara tersebut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, Ketua PMI Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, pengurus PMI, para pendonor penerima penghargaan, serta mitra yang mendukung gerakan donor darah di Sleman.

Pada kesempatan itu, Bupati Sleman bersama Ketua PMI DIY menyerahkan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela. PMI DIY memberikan penghargaan kepada 112 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali. Sementara PMI Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 34 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali sebagai perwakilan dari 606 pendonor yang memenuhi kriteria. Sebanyak 572 pendonor lainnya menerima penghargaan dalam bentuk e-piagam.

Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang secara konsisten mendonorkan darah secara sukarela. Menurutnya, penghargaan ini diharapkan mampu memotivasi para pendonor untuk terus berdonor sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat ikut berpartisipasi.

Baca Juga:  Diduga Ubah Status Kredit Sepihak, Nasabah Laporkan Bank Danagung ke Polda DIY

“Hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 98.163 pendonor telah terdaftar di PMI Kabupaten Sleman. Pada tahun 2025 produksi darah mencapai 26.426 kantong, sedangkan distribusi darah mencapai 39.210 kantong. Hal ini menunjukkan kebutuhan darah di Sleman masih sangat tinggi sehingga diperlukan lebih banyak pendonor aktif,” ujar Mafilindati.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai kebiasaan rutin karena satu kantong darah dapat menjadi harapan hidup bagi pasien yang membutuhkan.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor darah sukarela yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama.

“Panjenengan semua adalah contoh nyata insan yang mengamalkan nilai memayu hayuning bawana, memperindah dan memperbaiki kehidupan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama,” kata Harda.

Harda menegaskan Pemkab Sleman terus mendukung berbagai program kemanusiaan PMI, termasuk melalui inovasi Lada Manis (Layanan Darah di Sleman Gratis) untuk mempermudah akses pelayanan darah bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, PMI, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan mencukupi.

“Kami meyakini setiap tetes darah adalah harapan kehidupan bagi penerimanya. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kebutuhan darah masyarakat dapat terus terpenuhi,” ujarnya.

Pemkab Sleman juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wujud kepedulian sosial agar ketersediaan darah bagi masyarakat dapat terjaga secara berkelanjutan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
PDAM Tirta Sembada Sleman Ungkap Strategi Tekan Kebocoran Air, Layanan 44 Ribu Pelanggan Tetap Optimal
DPUPKP Sleman Tegaskan Investasi Tak Boleh Langgar Tata Ruang, Pembangunan Berkelanjutan Jadi Prioritas
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:17 WIB

Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page