Foto: kepala DPUPKP Kabupaten Sleman Sukarmin ST.MT. (foto: opinijogja).
SLEMAN, opinijogja — Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sukarmin, mengingatkan seluruh pegawai agar tidak memendam persoalan pribadi sendirian menyusul meninggalnya salah satu pegawai di lingkungan dinas tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Sukarmin saat apel pagi bersama jajaran pegawai DPUPKP Sleman, Senin (18/5/2026).
“Kalau memang punya persoalan pribadi, sampaikan dan jangan disimpan sendiri. Kita siap menjadi tempat curhat dan saling mendukung,” ujar Sukarmin.
Ia membenarkan bahwa korban yang diduga meninggal dunia akibat bunuh diri merupakan salah satu pegawai DPUPKP Sleman. Korban diketahui masih berstatus pegawai P3K paruh waktu dan bertugas sebagai pegawai lapangan.
Menurut Sukarmin, korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup di lingkungan kerja.
“Dalam kesehariannya beliau dikenal introvert atau tertutup. Kepada rekan-rekannya hanya sempat bercerita memiliki riwayat sakit asam lambung dan vertigo,” katanya.
Sukarmin berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bersama agar kepedulian antar pegawai semakin diperkuat dan peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Jumat pagi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, seorang saksi berinisial U sempat bertemu korban. Saat itu korban mengaku tidak bisa tidur akibat sakit asam lambung yang dideritanya.
Keesokan harinya sekitar pukul 06.45 WIB, ibu korban menemukan bercak darah di kamar korban lalu memanggil Ketua RT dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seyegan.
Petugas Polsek Seyegan bersama Tim INAFIS dan tenaga medis kemudian mendatangi lokasi kejadian. Korban ditemukan telah meninggal dunia dengan luka sayatan pada bagian leher serta sebilah pisau di samping tubuhnya. Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyebut tidak ditemukan sidik jari pada pisau yang berada di lokasi kejadian. Petugas juga menemukan surat pesan yang diduga ditulis korban.
Pihak keluarga menerangkan bahwa korban sebelumnya sempat berpamitan dan mengaku sudah tidak kuat menahan sakit asam lambung yang dialaminya.
(Ip/opinijogja)











