Foto: Suasana perayaan Hari Jadi ke-4 Paguyuban Cabai Sleman “New Lelang Mandiri” di Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Sleman, yang dihadiri ratusan petani cabai. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kebersamaan sekaligus mendorong sistem lelang cabai yang transparan dan berkeadilan bagi petani.
SLEMAN, opinijogja – Paguyuban Cabai Sleman “New Lelang Mandiri” yang berpusat di Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, merayakan hari jadinya yang ke-4 dengan membawa kabar menggembirakan bagi para petani cabai, Minggu (12/04/2026).
Ketua Paguyuban Cabai Sleman, Satriyanta, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, total penjualan cabai melalui sistem lelang mandiri mencapai 350 ton dengan nilai transaksi sekitar Rp15 miliar.
“Kesadaran petani untuk memasarkan hasil panen secara bersama-sama terus meningkat sejak paguyuban ini berdiri pada tahun 2022,” ujarnya.
Tak hanya itu, paguyuban juga memiliki program tabungan kolektif petani. Setiap kilogram hasil panen yang terjual disisihkan sebesar Rp150. Dalam satu tahun, dana yang terkumpul mencapai hampir Rp86 juta, yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sarana produksi (saprodi) para petani.
Saat ini, Paguyuban Cabai Sleman “New Lelang Mandiri” telah memiliki sekitar 700 anggota petani cabai yang tersebar di wilayah Sleman.
Dorongan Kebersamaan dan Sistem Harga yang Lebih Adil
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Makwan, STP., MT., yang hadir mewakili Bupati Sleman, menekankan pentingnya kebersamaan dan kekompakan dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurutnya, sistem lelang cabai yang diterapkan paguyuban merupakan langkah konkret dalam memperbaiki mekanisme harga di tingkat petani.
“Lelang cabai menjadi bentuk perbaikan sistem harga yang lebih transparan dan menguntungkan petani,” ungkapnya.
Perlindungan Petani Lewat BPJS Ketenagakerjaan
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sleman, Sony Santana, menyoroti pentingnya perlindungan bagi petani sebagai pekerja yang memiliki risiko tinggi.
Ia menjelaskan bahwa petani dapat memperoleh perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari jaminan kecelakaan kerja hingga jaminan hari tua.
“Perlindungan ini penting untuk memberikan rasa aman bagi petani dalam menjalankan aktivitasnya,” katanya.
Jembatan Harga Adil dan Tantangan El Nino
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Sleman, Eko Sugiyanto Ngadirin, SP., MMA., menyampaikan bahwa keberadaan paguyuban lelang cabai telah memberikan dampak nyata bagi petani.
Menurutnya, sistem “New Lelang Mandiri” mampu menjembatani kepentingan antara petani dan pedagang sehingga tercipta harga yang lebih adil.
“Dari total produksi cabai Sleman sekitar 17.000 ton per tahun, sebanyak 350 ton dipasok dari paguyuban ini. Ini menunjukkan kontribusi yang signifikan,” jelasnya saat dikonfirmasi opinijogja, Senin (13/04/2026).
Ia juga berharap ke depan semakin banyak sistem lelang serupa yang berkembang, sehingga tercipta persaingan yang sehat, transparan, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Strategi Hadapi Musim Kemarau Ekstrem
Menghadapi potensi El Nino atau musim kemarau panjang, petani cabai diimbau untuk menerapkan strategi pertanian adaptif, antara lain:
•Menggunakan bibit unggul tahan kekeringan
•Memanfaatkan pupuk hayati dan organik untuk memperbaiki struktur tanah
•Menerapkan irigasi hemat air, seperti sistem pipa dan tetes
•Menggunakan jerami sebagai penutup bedengan (mulsa alami) untuk menjaga kelembaban tanah, menstabilkan suhu, serta menekan pertumbuhan gulma
Selain menjaga kelembaban, jerami juga berfungsi sebagai pupuk alami yang mendukung kesuburan tanah.
Perayaan hari jadi ke-4 ini menjadi momentum penting bagi Paguyuban Cabai Sleman “New Lelang Mandiri” untuk terus memperkuat solidaritas petani, meningkatkan kualitas produksi, serta memperluas sistem pemasaran yang adil dan berkelanjutan.
(Ip/opinijogja)















