Jurnalis Didorong Sensitif Meliput HIV/AIDS, Hindari Stigma terhadap Kelompok Minoritas

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pelatihan jurnalis tentang peliputan HIV dan AIDS menekankan pentingnya pemberitaan yang akurat, beretika, dan bebas stigma terhadap kelompok minoritas.

 

YOGYAKARTA, opinijogja – Peran media dalam memberitakan isu HIV dan AIDS dinilai krusial, namun masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam menghindari stigma dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

Dalam pemaparan materi bertajuk “Meliput HIV dan AIDS dan Kelompok Minoritas”, jurnalis Tempo Shinta Maharani menegaskan bahwa media tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial. Hal tersebut disampaikan salam agenda pelatihan di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu (07/04/2026).

Kelompok minoritas sendiri tidak hanya merujuk pada jumlah yang lebih kecil dalam populasi, tetapi juga pada posisi yang kerap mengalami subordinasi dalam struktur sosial dan kekuasaan. Mereka mencakup kelompok berbasis ras, etnis, agama dan kepercayaan, penyandang disabilitas, hingga identitas gender dan orientasi seksual.

Dalam konteks HIV dan AIDS, stigma masih menjadi persoalan utama yang dihadapi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Padahal, isu ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, melainkan juga menyangkut hak asasi manusia.

Baca Juga:  Hari Jadi Sleman ke-110, Malam Tirakatan Teguhkan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Warga

Pemberitaan yang tidak sensitif dapat berdampak luas, mulai dari membuat masyarakat enggan melakukan tes HIV, menghambat upaya pencegahan, hingga memperparah diskriminasi sosial.

“Media harus mampu melawan stereotipe dan mis informasi, serta menyampaikan informasi yang akurat kepada publik,” tegas Shinta.

Ia menekankan bahwa HIV dapat menyerang siapa saja, sehingga pemberitaan tidak boleh menyudutkan kelompok tertentu. Pendekatan yang inklusif dan berbasis data dinilai menjadi kunci dalam membangun pemahaman publik yang benar.

Selain itu, jurnalis juga diingatkan untuk menjunjung tinggi etika dalam peliputan, seperti tidak menyebut HIV sebagai vonis kematian, tidak mengungkap status seseorang tanpa persetujuan, serta menghindari narasi yang menghakimi.

Media juga diharapkan berperan aktif dalam edukasi publik, termasuk mendorong akses layanan kesehatan seperti tes HIV, konseling, serta terapi antiretroviral (ARV).

Dengan penanganan yang tepat, orang dengan HIV/AIDS memiliki harapan hidup yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

Melalui peliputan yang berimbang dan bertanggung jawab, media diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada kelompok rentan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
PDAM Tirta Sembada Sleman Ungkap Strategi Tekan Kebocoran Air, Layanan 44 Ribu Pelanggan Tetap Optimal
DPUPKP Sleman Tegaskan Investasi Tak Boleh Langgar Tata Ruang, Pembangunan Berkelanjutan Jadi Prioritas
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:17 WIB

Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page