Foto: Aktivitas pemeliharaan jalan di Kabupaten Gunungkidul terus dikebut. DPUPESDM DIY memastikan seluruh pekerjaan masih berjalan sesuai rencana.
YOGYAKARTA, opinijogja – Progres pemeliharaan jalan dan jembatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026 menunjukkan capaian positif. Hingga awal April, pekerjaan di empat kabupaten tercatat masih berada di atas target perencanaan.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bina Marga DPUPESDM DIY, One Hermanto, memastikan seluruh pekerjaan masih berjalan sesuai rencana.
“Masih on the track, mas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).
Progres di Atas Target, Gunungkidul Tertinggi
Berdasarkan data DPUPESDM DIY, capaian progres di masing-masing wilayah bervariasi, dengan Gunungkidul menjadi yang tertinggi.
Berikut rinciannya:
Gunungkidul: 27 persen
Bantul: 24 persen
Sleman: 17 persen
Kulon Progo: 10 persen
One Hermanto menjelaskan, progres Kulon Progo masih terendah karena kontrak pekerjaan dimulai paling akhir dibandingkan wilayah lainnya.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh progres masih melampaui target yang telah direncanakan.
“Semua progres masih di atas rencana,” tegasnya.
Ancaman Pasokan Aspal Mulai Diwaspadai
Di tengah capaian positif tersebut, DPUPESDM DIY mulai mewaspadai potensi gangguan pada pasokan aspal yang bisa berdampak pada kelancaran pekerjaan.
Hingga saat ini, belum ditemukan kendala berarti di lapangan. Namun, potensi gangguan distribusi material menjadi perhatian serius.
“Untuk kendala saat ini belum ada, namun ada kekhawatiran supply aspal yang berpotensi terganggu, sehingga mungkin berdampak pada pekerjaan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, DPUPESDM DIY terus melakukan pemantauan serta evaluasi bersama kontraktor agar pekerjaan tetap berjalan optimal.
“Kami terus update informasi dan koordinasi agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Anggaran Capai Puluhan Miliar Rupiah
Program pemeliharaan jalan dan jembatan DIY tahun 2026 didukung alokasi anggaran yang tersebar di empat kabupaten.
Rinciannya sebagai berikut:
Gunungkidul: Rp9,6 miliar
Kulon Progo: Rp6,7 miliar
Bantul: Rp6,1 miliar
Sleman: Rp5,6 miliar
Dengan progres yang masih “on the track” serta dukungan anggaran yang memadai, pemerintah daerah optimistis kualitas infrastruktur jalan dan jembatan di DIY tetap terjaga guna mendukung mobilitas masyarakat.
(Ip/opinijogja)















