Foto: Paket wisata malam “Merapi Nightmare Adventure” menggunakan jip 4×4 di kawasan lereng Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta. Paket wisata yang diluncurkan MJAK Adventure selama Ramadhan 2026 ini menawarkan sensasi petualangan tengah malam dengan menyusuri sejumlah lokasi bersejarah seperti Goa Jepang, Bunker Kaliadem, hingga kawasan “desa yang hilang” akibat erupsi Merapi. (Dok. MJAK Adventure).
SLEMAN, opinijogja – Kawasan wisata lereng Gunung Merapi kembali menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Memasuki bulan Ramadhan 2026, MJAK Lavatour Merapi meluncurkan paket wisata malam bertajuk “Merapi Nightmare Adventure” yang menawarkan sensasi petualangan di tengah gelapnya kawasan Merapi.
Berbeda dengan paket jip wisata Merapi pada umumnya yang beroperasi pada siang hari, program ini mengusung konsep dark tourism, yakni wisata tematik yang mengajak pengunjung menjelajahi lokasi-lokasi bersejarah dengan suasana malam yang menegangkan.
Owner MJAK Adventure, Ernawan Fauzi, mengatakan paket wisata khusus ini mulai beroperasi pada Selasa (10/3/2026). Konsep wisata malam tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, khususnya selama bulan Ramadhan.
“Kami ingin menghadirkan sensasi baru bagi wisatawan yang ingin mengisi waktu malam di bulan Ramadhan dengan kegiatan yang memacu adrenalin sekaligus mengenal sisi sejarah Merapi,” ujar Ernawan saat dikonfirmasi, Selasa.
Menjelajahi Jejak Sejarah di Tengah Malam
Petualangan menggunakan armada jip 4×4 ini dimulai tepat pukul 00.00 WIB. Dalam perjalanan tersebut, wisatawan akan diajak menyusuri sejumlah titik bersejarah di kawasan lereng Merapi yang dikenal memiliki suasana sunyi sekaligus menyimpan cerita masa lalu.
Beberapa lokasi yang menjadi rute perjalanan antara lain Goa Jepang di Kaliurang, yang merupakan bunker pertahanan peninggalan masa penjajahan, kemudian Bunker Kaliadem yang menjadi saksi dahsyatnya erupsi Gunung Merapi pada 2006.
Selain itu, wisatawan juga akan diajak menelusuri kawasan yang dikenal sebagai “Desa yang Hilang” di Kaliadem, yakni bekas permukiman warga yang tertimbun material vulkanik akibat erupsi Merapi.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan sensasi petualangan malam, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai sejarah erupsi Merapi dan dampaknya bagi masyarakat sekitar.
Kuota Peserta Dibatasi
Untuk menjaga eksklusivitas dan keamanan selama perjalanan malam, pengelola membatasi jumlah peserta dalam setiap perjalanan.
“Kami menyediakan kuota sangat terbatas, hanya lima orang atau lima pax setiap harinya,” kata Ernawan.
Menurutnya, pembatasan ini dilakukan agar pengalaman wisata terasa lebih personal sekaligus memastikan keselamatan peserta selama menjelajah kawasan lereng Merapi pada malam hari.
Kolaborasi Komunitas Pariwisata
Program Merapi Nightmare Adventure ini merupakan hasil kolaborasi MJAK Adventure dengan komunitas Teman Jogja. Melalui konsep wisata minat khusus tersebut, pengelola berharap dapat menarik minat wisatawan yang menyukai petualangan ekstrem maupun pengalaman wisata tematik.
Selain menjadi daya tarik baru di kawasan Merapi, paket wisata ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif aktivitas malam hari di wilayah Sleman selama bulan Ramadhan.
Wisatawan yang tertarik mengikuti program ini dapat melakukan pemesanan secara daring melalui sistem Book Now dengan memindai kode QR yang tersedia di kanal promosi resmi MJAK Adventure.
(Ip/opinijogja)















