Foto: Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang di Republik Indonesia, Myochin Mitsuru, berfoto bersama Anggota DPD RI Yashinta Sekarwangi Mega, Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda, serta jajaran pengelola kawasan wisata usai kunjungan ke Candi Prambanan, Sleman, Sabtu (14/2/2026).
SLEMAN, opinijogja – Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang di Republik Indonesia, Myochin Mitsuru, melakukan kunjungan ke kawasan Candi Prambanan, Sabtu (14/2/2026).
Selama hampir dua jam, Myochin Mitsuru berkeliling kompleks Taman Wisata Candi Prambanan didampingi General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Ratno Timur, Anggota DPD RI Yashinta Sekarwangi Mega, Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda, serta jajaran Pemkab Sleman.
Rombongan menyusuri relief Candi Siwa, memasuki bilik barat yang menyimpan arca Ganesa, hingga melanjutkan kunjungan ke Candi Sewu di sisi utara Prambanan.
Myochin Mitsuru mengaku terkesan dengan kemegahan dan teknologi arkeologi Candi Prambanan.
“Candi Prambanan sangat mengesankan bagi saya, karena di Jepang tidak memiliki bangunan besar dari batu seperti ini. Setiap batu punya perannya masing-masing dan harus terikat sangat erat. Saya sangat kagum dengan teknologi arkeologi yang dibangun ratusan tahun lalu. Saya banyak belajar dari kunjungan hari ini,” ujarnya.
Ia juga menilai pembangunan candi pada masanya mencerminkan kerja kolektif masyarakat yang saling mendukung.
Sementara itu, Anggota DPD RI Yashinta Sekarwangi Mega menyampaikan kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antara Jepang dan DIY, khususnya Kabupaten Sleman.

“Saya berharap dari kunjungan ini ada tindak lanjut kerja sama. Kami ingin fokus pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Sleman. SDM Jepang sudah sangat mumpuni, dan kami berharap ada kolaborasi Jepang dengan DIY, terutama Sleman,” katanya.
Menurut Yashinta, diskusi juga menyentuh peluang ketenagakerjaan, seiring meningkatnya minat generasi muda Indonesia untuk bekerja di Jepang.
“Tren anak muda sekarang ingin bekerja di Jepang. Karena itu kami juga membahas peluang ketenagakerjaan, tapi kembali lagi, akarnya ada di edukasi. SDM harus kita siapkan dulu,” tambahnya.
Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda berharap kunjungan tersebut membuka komunikasi berkelanjutan dan menghadirkan manfaat konkret bagi daerah.
“Kami berharap ini menjadi komunikasi awal yang berlanjut, bahkan membuka peluang kerja sama antara Kabupaten Sleman dengan salah satu kota di Jepang, terutama dalam penguatan SDM dan ekonomi lokal,” ujarnya.
(Ip/opinijogja)










