Foto: Bambang Sugeng (Babe Kotir) Sesepuh sekaligus penasehat AJWLM. (opinijogja).
Sleman, opinijogja — Penasehat sekaligus sesepuh Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Bambang Sugeng atau Babe Kotir, menegaskan bahwa kepengurusan baru AJWLM sisi Timur wajib mengutamakan keamanan dalam pengelolaan jeep wisata lava tour Merapi. Penekanan ini disampaikan menyusul pelantikan kepengurusan baru AJWLM sebagai upaya menjaga keselamatan wisatawan sekaligus keberlanjutan pariwisata di kawasan Merapi.
Babe menilai regenerasi kepengurusan menjadi langkah penting agar organisasi dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika pariwisata. Menurutnya, keberlangsungan AJWLM sangat ditentukan oleh kesiapan generasi penerus dalam mengelola wisata secara profesional dan bertanggung jawab.
“Kepengurusan AJWLM memang harus terus mengalami regenerasi, supaya ke depan bisa berkembang dan lebih maju,” kata Babe saat dihubungi terpisah oleh OpiniJogja, Selasa (13/01/2026).
Lebih lanjut, Babe menekankan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan tidak bisa ditawar. Ia mengingatkan agar para pengemudi jeep wisata tidak mengedepankan kecepatan maupun aksi berlebihan yang justru berpotensi membahayakan penumpang.
“Jangan asal ngebut, jangan asal ‘yak-yak-an’. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar dapat tercapai zero accident,” ujarnya.
Menurut Babe, keamanan tidak hanya berkaitan dengan penumpang, tetapi juga menyangkut kelayakan kendaraan, kesiapan dan kondisi pengemudi, serta penguasaan rute yang dilalui. Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh driver terbebas dari penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari standar keselamatan.
“Pengemudi harus benar-benar bebas dari narkoba. Ini sangat penting untuk menjaga keselamatan wisatawan. Karena itu, pengawasan perlu diperketat,” kata dia.
Babe menambahkan, upaya meningkatkan keamanan memerlukan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pengelola dan pemilik jeep, para pengemudi, masyarakat sekitar, hingga pemangku kepentingan terkait. Tanpa kolaborasi yang baik, standar keselamatan akan sulit diterapkan secara konsisten.
Selain soal keselamatan, Babe juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sopan santun dalam berkendara. Ia menekankan bahwa jalur yang dilalui jeep wisata merupakan wilayah milik masyarakat, sehingga adab dalam berwisata harus selalu dijaga.
“Jalur ini bukan lahan kita, melainkan lahan milik warga. Karena itu, adab dan sopan santun sangat penting, bukan hanya untuk menghormati masyarakat, tetapi juga untuk meminimalisir risiko kecelakaan,” ujarnya.
Ia juga mengajak pelaku wisata jeep Merapi untuk memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar dengan prinsip “ngemong kabeh”. Menurut Babe, keberadaan wisata jeep lava tour Merapi tidak terlepas dari peran masyarakat yang lahannya dimanfaatkan sebagai jalur wisata.
“Kita ibarat hanya meminjam lahan masyarakat untuk mencari rezeki. Harapannya, perekonomian warga di Cangkringan semakin maju dan usaha masyarakat ikut berkembang,” katanya.
Babe berharap, ke depan wisata jeep lava tour Merapi dapat semakin berkembang dan dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga mancanegara, dengan tetap mengedepankan keselamatan, etika, dan keberlanjutan.
(Ip/opinijogja).










