Foto: Gelang batu
Sleman, OpiniJogja – Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, selama ini identik dengan wisata jeep lava tour Gunung Merapi. Namun, di luar wisata petualangan tersebut, Umbulharjo juga mengembangkan potensi wisata edukatif berbasis kreativitas dan kearifan lokal masyarakat lereng Merapi.
Beragam sektor ekonomi kreatif kini mulai diperkenalkan kepada wisatawan. Di antaranya pengolahan kopi robusta khas Merapi, budidaya anggrek, budidaya jamur, serta kerajinan batu andesit. Batu andesit yang digunakan merupakan batuan vulkanik asli lereng Merapi yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan sebagai material bangunan.
Melalui tangan-tangan terampil warga Umbulharjo, batu Merapi kini diolah menjadi produk kerajinan bernilai tambah. Jika dahulu batu tersebut identik dengan cobek atau peralatan dapur, saat ini mulai dikembangkan menjadi produk merchandise seperti gelang, liontin, dan berbagai aksesori lainnya yang memiliki ciri khas tersendiri.
Ketua Lembaga Usaha Mikro Kalurahan Umbulharjo, Anton, mengatakan sentra kerajinan batu tersebut ke depan direncanakan menjadi bagian dari kampung konservasi budaya.
“Sentra kerajinan batu rencananya akan kami jadikan kampung konservasi budaya,” ujar Anton, Minggu (11/1/2026).
Untuk memperkuat pemasaran produk lokal, Umbulharjo mengembangkan Kalikuningbrand sebagai umbrella brand yang menaungi seluruh produk usaha mikro di wilayah kalurahan tersebut. Melalui satu merek bersama, pemasaran produk diharapkan lebih terintegrasi sekaligus memperkuat identitas lokal Umbulharjo.
Strategi umbrella brand ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi pelaku usaha yang sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Keterbatasan energi dalam mengelola pemasaran serta kecenderungan fokus pada aktivitas produksi menjadi tantangan utama. Dengan adanya Kalikuningbrand, pelaku usaha diharapkan dapat lebih fokus pada produksi dan pengembangan produk, sementara aspek pemasaran ditangani secara terpusat.
Sebagai langkah awal, Kalikuningbrand menghadirkan galeri daring melalui laman kalikuningbrand.com. Platform ini menjadi salah satu sarana promosi produk lokal, khususnya untuk menjangkau segmen wisatawan. Upaya tersebut juga didukung melalui pemanfaatan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.
Pengembangan wisata edukatif ini diharapkan dapat memperluas pilihan destinasi wisata di kawasan lereng Merapi, sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi masyarakat Umbulharjo berbasis potensi lokal.
(Ip/opinijogja).







