Eko Suwanto Dorong Pemda DIY Gelar Sinau Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Berbasis Keluarga untuk Cegah Kejahatan Jalanan

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Eko Suwanto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Senin (1/6/2026), sekaligus menyerukan penguatan nilai Pancasila dan kebijakan pro rakyat. 

 

Yogyakarta, opinijogja – Meningkatnya kasus kejahatan jalanan yang melibatkan anak usia sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sejumlah kasus bahkan menimbulkan korban jiwa, sehingga membutuhkan langkah cepat dan terintegrasi dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sekolah, keluarga, serta masyarakat.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menegaskan bahwa fenomena kejahatan jalanan yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah sudah masuk kategori kejahatan luar biasa karena dampaknya yang mengancam keselamatan masyarakat dan menimbulkan korban meninggal dunia.

“Ini bukan lagi kejahatan jalanan biasa. Sudah menjadi kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban jiwa dan dilakukan dengan cara-cara yang brutal. Pemda DIY perlu bersinergi dengan Polri, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam aspek pencegahan, penegakan hukum, hingga rehabilitasi agar peristiwa serupa tidak terus berulang,” kata Eko Suwanto, Senin (1/6/2026).

Sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemda DIY, Eko menyampaikan sejumlah rekomendasi yang dinilai mendesak untuk segera dilaksanakan.

Pertama, Pemerintah Daerah DIY didorong membentuk satuan tugas khusus penanganan kejahatan yang melibatkan anak usia sekolah. Satgas tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pencegahan melalui penguatan keluarga, pendidikan karakter, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Eko, keluarga merupakan benteng utama dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, pemerintah perlu hadir membantu keluarga yang menghadapi persoalan ekonomi maupun sosial agar anak-anak tidak tumbuh dalam lingkungan yang rentan terhadap perilaku menyimpang.

Baca Juga:  Debt Collector Bawa Celurit dan 4 Katana Saat Tagih Utang, Dua Orang Jadi Tersangka

“Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menggelar program Sinau Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bagi pelajar di DIY, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Anak-anak perlu dibekali nilai-nilai kebangsaan, toleransi, gotong royong, dan budi pekerti luhur selain ilmu pengetahuan,” ujarnya usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.

Kedua, pemerintah diminta memastikan akses pendidikan bagi seluruh anak tetap terjamin. Eko mengungkapkan Pemda DIY telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp196 miliar untuk mendukung pendidikan SMA dan SMK Negeri serta bantuan operasional daerah (Bosda) bagi sekolah swasta. Sementara Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengalokasikan sekitar Rp43,8 miliar untuk mendukung layanan pendidikan dasar dan menengah.

“Jangan sampai ada anak putus sekolah karena persoalan ekonomi. Pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses merupakan salah satu kunci mencegah munculnya perilaku menyimpang di kalangan remaja,” katanya.

Ketiga, Eko menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku tindak kriminal. Ia meminta aparat kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan menjalankan proses hukum secara profesional dan memberikan sanksi yang tegas sesuai ketentuan perundang-undangan.

Menurutnya, kombinasi antara penguatan keluarga, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penegakan hukum yang konsisten menjadi langkah penting untuk menekan angka kejahatan jalanan di DIY.

Momentum Hari Lahir Pancasila, lanjut Eko, harus menjadi pengingat bahwa pembangunan generasi muda tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter kebangsaan yang kuat agar lahir generasi yang berakhlak, toleran, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

(Ip/opinijogja)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GPM Siap Kolaborasi dengan GSNI Membumikan Marhaenisme di Kalangan Pelajar
Anggota DPRD Gunungkidul Minta Maaf, Ketua Dewan Ingatkan: Jangan Lukai Hati Rakyat
Jalan Sehat Harganas di Rumah Aspirasi Mas Yani Meriah, Bupati Harda Kiswaya Lepas 1.000 Peserta
Ribuan Perempuan PKS DIY Ikuti Pelatihan Ketahanan dan Kepemimpinan di Lereng Merapi
30 Tahun Kudatuli, Danang Maharsa Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah dan Melek Politik
Peristiwa 27 Juli 1996: Sejarah Kudatuli yang Mengubah Arah Demokrasi Indonesia
PKS DIY Gelar Kemah Bela Negara di Lereng Merapi, Perkuat Nasionalisme dan Ketahanan Kader
Konflik Internal PPP Bantul Memanas, Forkom PAC Kibarkan Bendera Setengah Tiang dan Desak DPP Turun Tangan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:39 WIB

GPM Siap Kolaborasi dengan GSNI Membumikan Marhaenisme di Kalangan Pelajar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Anggota DPRD Gunungkidul Minta Maaf, Ketua Dewan Ingatkan: Jangan Lukai Hati Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jalan Sehat Harganas di Rumah Aspirasi Mas Yani Meriah, Bupati Harda Kiswaya Lepas 1.000 Peserta

Senin, 27 Juli 2026 - 12:07 WIB

Ribuan Perempuan PKS DIY Ikuti Pelatihan Ketahanan dan Kepemimpinan di Lereng Merapi

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:42 WIB

30 Tahun Kudatuli, Danang Maharsa Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah dan Melek Politik

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page