Foto: ketua PHRI Gunungkidul Sunyata, SH. (opinijogja).
Gunungkidul, opinijogja – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gunungkidul mencatat peningkatan signifikan kunjungan wisatawan dan tingkat hunian (okupansi) hotel selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) periode 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyata, mengatakan tren peningkatan tersebut terlihat jelas jika dibandingkan dengan periode libur Nataru tahun sebelumnya.
“Untuk kunjungan wisatawan pada libur Nataru tahun ini cukup meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata Sunyata saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun PHRI Gunungkidul dari 32 hotel dan penginapan anggota, tingkat okupansi selama periode libur akhir tahun berada pada kisaran 43 persen hingga 100 persen. Bahkan, sejumlah hotel dan penginapan mencatat hunian penuh.

Beberapa akomodasi yang mencatat okupansi 100 persen antara lain Hotel Santika, Royal Joglo, Ama Awa Resort, Wisma HN, dan Light Blue Villa. Sementara HeHa Ocean View mencatat tingkat hunian hingga 98 persen, disusul Drini Hills (96 persen), Rock Garden (95 persen), Bege Homestay (95 persen), serta Edge Resort (95 persen).
Di sisi lain, sejumlah penginapan juga mencatat tingkat hunian menengah hingga rendah, seperti Joglo Wediombo, Barokah Kukup, Kukup Indah, Calida Hotel, dan Tanjung Inn yang berada di angka 50 persen, serta The Mulyo Homestay dengan okupansi 43 persen.
Menurut Sunyata, tingginya tingkat hunian terutama terjadi pada akomodasi yang berada di kawasan wisata pantai dan destinasi unggulan Gunungkidul. Faktor libur panjang, kemudahan akses, serta meningkatnya minat wisata alam menjadi pendorong utama lonjakan kunjungan.
Ia menambahkan, dampak positif tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga pelaku usaha kuliner, UMKM, dan jasa wisata lainnya. PHRI berharap tren positif ini dapat berlanjut sepanjang tahun 2026 dengan dukungan peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan.
(Ip/opinijogja)







