Wakil Bupati Sleman

Kadispar Kulon Progo

SKS

Pengelolaan SPPG Margomulyo Seyegan Dianggap Layak Ditiru

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 05:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala SPPG Margomulyo Seyegan, Joni Prasetyo.

 

Sleman, opinijogja — Pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinilai layak menjadi percontohan bagi SPPG lain. Penilaian tersebut didasarkan pada konsistensi kepatuhan terhadap regulasi, komitmen pada keamanan pangan, serta kemampuan membangun sinergi lintas sektor.

Sejak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Margomulyo Seyegan menerapkan tata kelola yang tertib dan transparan sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Proses perencanaan menu dilakukan bersama Ahli Gizi, disertai pengawasan terhadap kualitas bahan pangan hingga pendistribusian.

Kepala SPPG Margomulyo Seyegan, Joni Prasetyo, menyebut pengelolaan layanan gizi merupakan tanggung jawab pelayanan publik yang tidak dapat dikompromikan karena menyangkut kesehatan penerima manfaat.

“SPPG bukan sekadar tempat produksi makanan, tetapi sistem pelayanan publik yang menyangkut kesehatan dan masa depan generasi. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan dan keamanan pangan menjadi prinsip utama kami,” kata Joni Prasetyo, Kamis, 18 Desember 2025.

Baca Juga:  Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2025, Kejati DIY Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat

Di bawah kepemimpinannya, SPPG Margomulyo Seyegan secara konsisten menolak penggunaan bahan pangan yang tidak sesuai ketentuan, termasuk bahan mentah berisiko, produk ultra processed food (UPF), serta makanan kemasan pabrikan. SPPG juga menggandeng pelaku UMKM lokal dengan tetap menerapkan standar keamanan pangan.

Selain fokus pada operasional, pengawasan internal dan ketegasan dalam pengambilan keputusan menjadi bagian penting pengelolaan. Setiap perubahan menu tanpa persetujuan Ahli Gizi dipastikan tidak dilaksanakan guna menjaga mutu layanan dan meminimalkan risiko sanksi.

Pendekatan kepemimpinan yang tegas namun humanis tersebut dinilai mampu menjaga soliditas relawan, mitra, dan yayasan, sekaligus memastikan keberlanjutan program.

SPPG Margomulyo Seyegan menyatakan kesiapan untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta berbagi praktik baik demi mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional. (Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Tertahan, Kapal Tanker RI Akhirnya Diizinkan Iran Keluar dari Hormuz
Jogja Food dan Printing Expo 2026 Dorong UMKM Naik Kelas
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah akibat Siklon Tropis Narelle
Uji Adrenalin di Lereng Merapi, MJAK Adventure Luncurkan Paket Wisata Malam “Nightmare Adventure” Selama Ramadhan
Eko Suwanto Soroti Kebijakan BOP dan ART, Dinilai Belum Cerminkan Amanah Konstitusi
Disparekrafpora Gunungkidul Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
Buka Puasa Bersama di Graha Utama, Gubernur Akmil Perkuat Soliditas Keluarga Besar
Saldo Minimum Mandiri, BRI dan BNI per Maret 2026, Simak Rinciannya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:14 WIB

Sempat Tertahan, Kapal Tanker RI Akhirnya Diizinkan Iran Keluar dari Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:07 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah akibat Siklon Tropis Narelle

Rabu, 11 Maret 2026 - 02:56 WIB

Uji Adrenalin di Lereng Merapi, MJAK Adventure Luncurkan Paket Wisata Malam “Nightmare Adventure” Selama Ramadhan

Senin, 9 Maret 2026 - 13:44 WIB

Eko Suwanto Soroti Kebijakan BOP dan ART, Dinilai Belum Cerminkan Amanah Konstitusi

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:30 WIB

Disparekrafpora Gunungkidul Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Berita Terbaru