Foto: Konferensi pers Kejuaraan Drag Bike “Super Street Legal” Bupati Sleman Cup 2026 digelar di Sleman. Pemkab Sleman bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI), Polresta Sleman, DPRD Sleman, dan panitia berkomitmen menghadirkan ajang balap resmi sebagai wadah pembinaan pembalap muda, pencegahan balap liar, sekaligus menggerakkan UMKM dan pariwisata.
SLEMAN, opinijogja.id – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) akan menggelar Kejuaraan Drag Bike “Super Street Legal” Bupati Sleman Cup 2026 pada 15 Agustus 2026 di Jalan Sumber, Kwayuhan, Kalurahan Sendangmulyo, Kabupaten Sleman. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi balap motor resmi, tetapi juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet, menekan aksi balap liar, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM dan pariwisata.
Ketua Panitia, Adrian, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Menurutnya, kolaborasi antara Pemkab Sleman, IMI, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menghadirkan event otomotif yang aman, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.
“Apresiasi dari Pemkab Sleman sangat luar biasa. Event ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata,” kata Adrian.
Ia menjelaskan, sepanjang Agustus hingga September 2026, Kabupaten Sleman dipenuhi berbagai agenda berskala besar, mulai dari Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) hingga Kejuaraan Drag Bike “Super Street Legal” Bupati Sleman Cup 2026. Rangkaian kegiatan tersebut diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah Sleman Barat, Sleman Timur, maupun Sleman Utara.
Menurut Adrian, konsep penyelenggaraan kejuaraan tidak hanya berfokus pada kompetisi balap, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar. Panitia bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk melibatkan pelaku UMKM agar dapat membuka stan usaha di area kegiatan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga.

Kejuaraan ini mempertandingkan 24 kelas, mulai dari kelas yang mengutamakan kecepatan hingga kelas bracket yang mengedepankan ketepatan waktu. Selain itu, panitia juga membuka kelas khusus bagi mantan pembalap. Masing-masing kelas akan memperebutkan gelar juara umum, sedangkan Trofi Bupati Sleman akan diberikan kepada peserta yang berhasil mencatatkan waktu tercepat selama perlombaan.
Anggota DPRD Sleman yang juga Tim Penasehat kegiatan, Untung Basuki Rahmat, mengatakan kejuaraan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para penghobi balap motor untuk berprestasi di lintasan resmi.
“Kami ingin mengajak para penghobi agar dapat menyalurkan hobinya melalui kompetisi yang legal dan berprestasi. Dengan adanya kejuaraan ini, kami berharap dapat menekan maraknya balap liar di jalan raya,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Polresta Sleman. Menurut kepolisian, kejuaraan drag bike menjadi salah satu langkah preventif dalam mengurangi aksi balap liar sekaligus menjadi sarana penjaringan bibit atlet balap motor yang dapat dibina menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Harapan kami pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, aman, tertib, dan tetap memperhatikan keselamatan seluruh pengguna jalan,” katanya.
Mantan pembalap nasional Doni Tata, yang menjadi ikon kejuaraan, mengaku bangga dapat terlibat dalam event tersebut. Menurutnya, kompetisi resmi seperti ini merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat di dunia balap.
“Saya senang bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Event seperti ini menjadi tempat bagi anak-anak muda yang memiliki hobi balap agar dapat berlomba di lintasan resmi, bukan di jalan umum. Saya berharap dari kejuaraan ini lahir pembalap-pembalap muda profesional yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Doni Tata.
Selain perlombaan, panitia juga menyiapkan sejumlah atraksi menarik, di antaranya battle show antara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Abu Bakar melawan Doni Tata serta battle show antar lurah yang dipastikan akan menjadi hiburan bagi masyarakat.
Untuk memastikan keamanan lintasan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman), Sukarmin, ST., MT., mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim Bina Marga untuk melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan ruas jalan yang akan digunakan sebagai arena balap.
“Kami sudah menugaskan tim Bina Marga untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi. Pemeliharaan jalan telah dilakukan dan akan terus dievaluasi. Apabila masih ditemukan kekurangan, kami akan segera melakukan perbaikan agar lintasan benar-benar aman dan nyaman saat digunakan pada hari pelaksanaan,” kata Sukarmin.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sleman, IMI, DPRD Sleman, Polresta Sleman, serta sejumlah organisasi perangkat daerah, Kejuaraan Drag Bike “Super Street Legal” Bupati Sleman Cup 2026 diharapkan menjadi agenda otomotif tahunan yang mampu melahirkan pembalap-pembalap muda berprestasi, menekan angka balap liar, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kabupaten Sleman.
(Ip/opinijogja)









