Kolaborasi Pemkab Kulon Progo–UGM Dorong Pertanian Cerdas Lewat FASTAN

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 00:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Panen Raya Greenhouse FASTAN di Kalurahan Bugel, Kulon Progo, Kamis (30/1/2026), sebagai bagian pengembangan pertanian cerdas berbasis teknologi hasil kolaborasi Pemkab Kulon Progo dan Sekolah Vokasi UGM.

 

KULON PROGO, opinijogja — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendorong transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Upaya tersebut tercermin dalam Panen Raya Greenhouse Fabrikasi Fasilitas Smart-Agri Tepat Guna Skala Petani (FASTAN) di Kalurahan Bugel, Kulon Progo, Kamis (30/1/2026).

Program FASTAN merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dikembangkan sebagai prototipe pertanian cerdas untuk lahan pasir pesisir. Kegiatan ini juga terhubung dengan Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM sebagai pusat riset dan pendampingan teknologi.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengatakan, inovasi FASTAN tidak hanya berorientasi pada riset akademik, tetapi diarahkan agar dapat dimanfaatkan langsung oleh petani. Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan kelompok tani menjadi fondasi penting dalam membangun pertanian berkelanjutan.

“Penelitian ini diarahkan agar benar-benar berdaya guna bagi masyarakat. Kolaborasi antara UGM, Pemkab Kulon Progo, dan Kelompok Tani Gisik Pranaji menjadi contoh konkret penerapan teknologi di lapangan,” ujar Agung.

Ia menambahkan, Pemkab Kulon Progo juga mendorong keterlibatan petani milenial serta penguatan integrasi sektor pertanian dan pariwisata. Konsep wisata petik buah di kawasan pesisir Bugel hingga Galur serta pengembangan komoditas kakao dan kopi di Perbukitan Menoreh menjadi bagian dari strategi peningkatan nilai ekonomi pertanian.

Baca Juga:  Ratusan Warga dan Bregada Rakyat Datangi Polda DIY, Serukan Tolak Kekerasan

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM Arief Setiawan Budi Nugroho menyampaikan bahwa FASTAN merupakan wujud penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pertanian modern, khususnya budidaya melon. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kualitas panen secara lebih terukur, termasuk pengendalian tingkat kemanisan buah.

“Dengan IoT, petani dapat memantau kadar kemanisan atau Brix melon agar sesuai standar pasar dan menghindari risiko kerusakan,” kata Arief.

Ia juga menilai keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi peluang strategis bagi Kulon Progo untuk mengembangkan pertanian berbasis pariwisata, sehingga wisatawan tidak hanya melintas, tetapi juga menikmati potensi lokal.

Ketua Tim FASTAN dari Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno menjelaskan, FASTAN dirancang sebagai teknologi tepat guna yang terjangkau bagi petani kecil. Sistem otomasi pengairan dan pemupukan dibuat agar mudah dioperasikan dan diproduksi secara lokal.

“Teknologi smart farming sering dianggap mahal. FASTAN hadir untuk membuktikan bahwa otomasi pertanian skala petani dapat diwujudkan secara terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Gisik Pranaji Tri Erfin Ardiyanto mengatakan pendampingan dari tim FASTAN sangat membantu petani dalam menerapkan pola tanam modern. Menurutnya, sistem otomatisasi nutrisi membuat proses budidaya lebih efisien.

“Kami jadi lebih fokus merawat tanaman karena pengaturan nutrisi sudah berjalan otomatis,” kata Tri.

Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan mendorong minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian modern di Kulon Progo.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sleman Beri Jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Relawan Bencana
Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Perkuat Ketahanan Pangan, BULOG Kanwil Yogyakarta Terima Penghargaan JBBA 2026
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:45 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, BULOG Kanwil Yogyakarta Terima Penghargaan JBBA 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page