Foto: Pekerja melakukan penanganan dan perbaikan infrastruktur saluran irigasi di wilayah Kabupaten Sleman, Selasa (12/05/2026). DPUPKP Sleman melalui Bidang SDA mulai menangani sejumlah titik infrastruktur terdampak bencana hidrometeorologi guna mendukung kelancaran aliran air dan kebutuhan masyarakat. (Foto: dok.SDA Sleman)
SLEMAN, opinijogja — Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) terus melakukan peningkatan dan penanganan infrastruktur sumber daya air di wilayah Kabupaten Sleman sepanjang 2026.
Kepala Bidang SDA DPUPKP Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, mengatakan total terdapat 76 pekerjaan yang sedang dan akan dikerjakan, termasuk penanganan infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi.
“Pekerjaan reguler ditambah pekerjaan yang terdampak bencana hidrometeorologi total ada 76 pekerjaan. Khusus yang terdampak bencana ada 18 titik yang sudah mulai masuk proses pekerjaan dan mulai ditangani,” ujar Nurrochmawardi kepada opinijogja, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, penanganan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan fungsi infrastruktur sumber daya air agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat, terutama untuk mendukung kebutuhan irigasi dan aktivitas warga.
Adapun total anggaran yang dialokasikan untuk penanganan dan pembangunan infrastruktur SDA tersebut mencapai Rp12,6 miliar.
Menurut Nurrochmawardi, dukungan masyarakat juga dibutuhkan agar seluruh proses pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
“Harapannya masyarakat bisa mendukung dan tentunya pekerjaan bisa berjalan cepat dan lancar sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna,” katanya.
Selain penanganan rutin dan dampak bencana, DPUPKP Sleman juga merencanakan pembangunan embung di sejumlah wilayah. Namun, proyek tersebut masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
Pemerintah Kabupaten Sleman berharap penguatan infrastruktur sumber daya air dapat meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana sekaligus mendukung sektor pertanian dan kebutuhan air masyarakat di berbagai kawasan.
(Ip/opinijogja)










