Dongkrak Ekonomi Desa, Pemkab Sleman Alokasikan Rp108 Miliar untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala DPUPKP Kabupaten Sleman, Sukarmin, S.T., M.T., memberikan keterangan terkait percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tahun anggaran 2026 di Kabupaten Sleman. Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran sebesar Rp108 miliar guna meningkatkan konektivitas wilayah hingga tingkat desa.

 

SLEMAN, opinijogja — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pada tahun anggaran 2026 dengan total alokasi mencapai Rp108 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk meningkatkan konektivitas wilayah, mulai dari jalan kabupaten hingga akses jalan di tingkat desa.

Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin, mengatakan seluruh jajaran saat ini tengah bekerja mempercepat pelaksanaan program agar target fisik maupun serapan anggaran dapat tercapai sesuai jadwal.

“Target kami pada semester pertama ini realisasi keuangan sudah mencapai 50 persen. Kami terus mendorong seluruh tim agar kegiatan segera berjalan sesuai rencana sehingga manfaat pembangunan bisa segera dirasakan masyarakat,” ujar Sukarmin, Selasa (12/05/2026).

Fokus Jalan Desa melalui Perbup Nomor 16 Tahun 2026

Salah satu program prioritas tahun ini adalah implementasi Peraturan Bupati Sleman Nomor 16 Tahun 2026 tentang pembangunan jalan desa oleh pemerintah daerah. Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa.

Program ini menjangkau 17 kapanewon dan 86 desa di seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Setiap desa mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp100 juta untuk perbaikan jalan berdasarkan usulan wilayah masing-masing.

Saat ini program telah memasuki tahap perencanaan desain jalan yang ditargetkan rampung pada 21 Mei 2026. Adapun pengerjaan fisik dijadwalkan mulai dilaksanakan secara serentak pada awal Juni 2026.

Baca Juga:  Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Rincian Anggaran Infrastruktur 2026

Total anggaran Rp108 miliar tersebut mengalami kenaikan hampir 100 persen dibanding tahun 2025 yang sebesar Rp57 miliar. Anggaran tersebut terbagi dalam beberapa program strategis, meliputi:

•Pembangunan jalan sebesar Rp45.401.509.300 untuk 11 ruas jalan dengan total panjang 11,80 kilometer.

•Pemeliharaan berkala jalan sebesar Rp26.828.387.280 untuk pelapisan ulang sepanjang 14,65 kilometer.

•Pemeliharaan rutin jalan sebesar Rp26.808.479.380 untuk perawatan sekitar 460 kilometer jalan, termasuk program jalan desa senilai Rp8,6 miliar.

•Penggantian jembatan sebesar Rp5.389.098.935 untuk pembangunan 3 jembatan dan 14 gorong-gorong.

•Rehabilitasi 1 unit jembatan dengan anggaran Rp1.206.227.180.

•Perbaikan 50 unit gorong-gorong dan jembatan dengan anggaran Rp1.191.272.129.

Selain pembangunan baru, pemerintah juga menekankan pentingnya pemeliharaan jalan secara rutin agar kondisi infrastruktur tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat. Perbaikan yang dilakukan secara tepat waktu dinilai mampu meningkatkan umur jalan sehingga kerusakan berat dapat diminimalisasi.

Pemkab Sleman juga menilai infrastruktur yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Warga

Menurut Sukarmin, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi strategi untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang maupun jasa.

Ia berharap kualitas jalan yang semakin baik hingga ke wilayah desa dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sesuai harapan Pak Bupati, jalan yang halus akan mempermudah konektivitas desa sehingga masyarakat semakin maju. Jika mobilitas lancar, produktivitas ekonomi warga juga akan meningkat,” pungkasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor
HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong
Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang
JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama
Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan
Pemkab Sleman dan Dunia Usaha Salurkan Bantuan TJSP Rp6,7 Miliar di HUT ke-81 RI
Kemarau Panjang Ancam Sleman, 4 Kapanewon Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Mau Pasang PDAM di Sleman? Agustus 2026 Cukup Rp750 Ribu, Ini Ketentuannya
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:06 WIB

HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:27 WIB

JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page