Foto: Petugas PT Kereta Api Indonesia memberikan penjelasan kepada tim Ombudsman RI Perwakilan DIY saat melakukan pemantauan pelayanan arus balik Lebaran di Stasiun Lempuyangan, Jumat (27/3/2026). Pemantauan dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan aman, lancar, dan sesuai standar.
YOGYAKARTA, opinijogja – Suasana arus balik Lebaran di Stasiun Lempuyangan tampak sibuk namun tertata. Penumpang datang dan pergi, petugas sigap membantu, dan layanan berjalan relatif lancar.
Hasil pemantauan Ombudsman RI Perwakilan DIY pada Jumat (27/3/2026) menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi lonjakan penumpang telah dirancang sejak jauh hari. PT Kereta Api Indonesia menggandeng berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri hingga BMKG, demi memastikan perjalanan tetap aman.
Ratusan petugas disiagakan. Pemeriksaan sarana dilakukan. Awak kereta menjalani tes kesehatan dan narkoba. Semua dirancang untuk satu tujuan: keselamatan penumpang.
Di sisi lain, wajah ramah pelayanan juga tampak dari fasilitas yang disediakan. Kursi roda tersedia, petugas pendamping membantu penumpang berkebutuhan khusus, ruang laktasi nyaman bagi ibu, bahkan taman bermain anak hadir untuk mengurangi kejenuhan.
Namun di balik kelancaran itu, masih ada yang luput.
Bagi penyandang tuna rungu, akses informasi belum sepenuhnya ramah. Ketiadaan petugas dengan kemampuan bahasa isyarat membuat komunikasi menjadi terbatas.
Catatan kecil ini menjadi penting. Sebab pelayanan publik bukan hanya soal cepat dan aman, tetapi juga tentang memastikan semua orang, tanpa kecuali, bisa merasakan kemudahan yang sama.
(Ip/opinijogja)















